Salah Input Data, Saham Free Float LUCY Sempat Anjlok ke 6,53 Persen

Ilustrasi perdagangan saham (foto: Pixabay/Pexel)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:13:18 WIB

JAKARTA – PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) mengonfirmasi adanya kekeliruan dalam memasukkan data yang mengakibatkan jumlah saham free float pada Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) untuk masa Maret 2026 merosot sangat drastis dari yang semula 38,94 persen menjadi tinggal 6,53 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh jajaran manajemen LUCY ketika memberikan respons kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang meminta klarifikasi atas perubahan data free float emiten tersebut. 

Perbaikan ini memunculkan fakta baru mengenai peta kepemilikan saham di dalam perseroan.

Sebagai informasi tambahan, BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tanggal 2 April 2026 sempat merilis pengumuman bahwa lewat sistem penilaian kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (HSC) per tanggal 31 Maret 2026, saham milik LUCY didominasi oleh kelompok pemodal tertentu dengan porsi penguasaan mencapai 95,47 persen dari keseluruhan saham perusahaan.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada pihak otoritas bursa, manajemen LUCY menjabarkan bahwa kekeliruan tersebut berlangsung sewaktu proses pengisian laporan bulanan berjalan. 

“Terdapat kesalahan pada saat penginputan dalam pengisian laporan bulanan, disebabkan oleh sistem yang sudah terotomatisasi. Sehingga, perseroan berasumsi sudah sesuai tanpa dievaluasi kembali,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Emiten yang berada di bawah naungan PT Delta Wibawa ini memaparkan bahwa pihak-pihak yang dikategorikan sebagai afiliasi pengendali yang mengantongi saham di bawah 5 persen pada bulan Maret 2026 meliputi Fasika Khaerul Zaman dengan porsi 0,58 persen, Aldi Imam Wibowo sebesar 0,32 persen, serta Pratiwi Nugraheni dengan kepemilikan 0,17 persen.

Pihak manajemen LUCY menginformasikan bahwa porsi free float untuk bulan April 2026 mengalami kenaikan ke posisi 13,34 persen jika dikomparasikan dengan data Maret 2026 sesudah dilakukan pembetulan dari yang sebelumnya tertulis 6,53 persen. 

Lonjakan angka ini terjadi akibat adanya pembetulan pengelompokan investor dengan kepemilikan di bawah 5 persen, di mana nama-nama tersebut awalnya dimasukkan ke dalam kelompok afiliasi pengendali, padahal mereka bukan merupakan bagian dari afiliasi pengendali.

Jika dibedah secara rinci, Hartono Sukirya yang memiliki saham 2,99 persen, Marrita Erhar dengan kepemilikan 2,1 persen, dan Nugrahaning Dyah Larasati sebesar 1,42 persen statusnya bukan merupakan pengendali maupun bagian dari afiliasi pengendali.

Sementara itu, Fasika Khaerul Zaman posisinya tetap masuk sebagai afiliasi pengendali, sedangkan untuk Aldi Imam Wibowo beserta Pratiwi Nugraheni ditempatkan dalam kelompok afiliasi pemegang saham utama. 

Merujuk pada data yang dirilis BEI per tanggal 30 April 2026, masih terdapat pemilik saham LUCY lainnya yang mempunyai porsi di atas 1 persen, yakni Refin Satrio sebesar 1,2% dan Agung Purnomo dengan kepemilikan sebesar 1,29%.

Reporter: Ibtihal