Muncul Investor Baru di Atas 5 Persen di Saham SUPA, NEST, dan POLL

Gedung PT MNC Asia Holding Tbk (Foto: dok. MNC Media)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:00:32 WIB

JAKARTA – Deretan pemegang saham baru dengan persentase kepemilikan di atas 5% terdeteksi muncul di sejumlah emiten, di antaranya GXS Bank di SUPA, Citibank N.A di NEST dan POLL, serta Elisa Wenardjo di GPSO.

PT MNC Asia Holding Tbk mengeksekusi langkah reposisi portofolio lewat pengurangan porsi kepemilikan di IATA serta menambah kepemilikan saham di KPIG. 

Investor kawakan Lo Kheng Hong terpantau kembali menambah porsi kepemilikannya di SIMP, sedangkan beberapa institusi seperti Samuel Sekuritas dan Pan Pacific Investama juga mencatatkan aksi akumulasi saham.

Dinamika pergerakan pemegang saham skala besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai oleh kehadiran sejumlah pemilik baru dengan kepemilikan melampaui 5% di beberapa emiten.

 Hal ini bersandarkan pada data transaksi pemegang saham 5% atau lebih yang dipublikasikan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Selasa (2/6) untuk realisasi transaksi tanggal 29 Mei 2026.

Salah satu transaksi yang menyedot perhatian publik ialah masuknya GXS Bank Pte. Ltd. selaku pemegang saham signifikan di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Lembaga tersebut menyerok 2,45 miliar saham sehingga langsung menguasai 7,22% saham korporasi dari posisi yang sebelumnya kosong.

Di samping itu, Citibank N.A juga terdeteksi hadir sebagai pemilik saham baru pada dua emiten sekaligus. Di PT Esta Multi Usaha Tbk (NEST), Citibank membeli sebanyak 206 juta saham sehingga kini menggenggam 5,01% kepemilikan. 

Sementara di PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL), Citibank mengeksekusi pembelian 500 juta saham dan mengamankan 6,01% saham perseroan.

Pada PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), Elisa Wenardjo resmi tercatat masuk sebagai jajaran pemegang saham baru dengan porsi kepemilikan sebesar 5,28% usai mengakumulasi sebanyak 35,23 juta saham.

Pergeseran menarik lainnya datang dari internal grup MNC. PT MNC Asia Holding Tbk merealisasikan penyesuaian aset portofolio lewat penjualan 38,50 juta saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), yang membuat porsi kepemilikannya melosok dari 8,93% menjadi 8,81%.

Pada momen yang sama, MNC Asia sebaliknya menambah kepemilikan mereka di PT MNC Land Tbk (KPIG) dengan membeli sebanyak 25,04 juta saham. 

Aksi transaksi ini mendongkrak porsi kepemilikannya dari semula 18,67% ke posisi 18,70%.

Di sisi lain, rentetan investor institusi juga terpantau meneruskan aksi akumulasi mereka. PT Pan Pacific Investama memborong 887,03 juta saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), sehingga persentase kepemilikannya melonjak drastis dari 20,27% menjadi 27,81%.

PT Samuel Sekuritas Indonesia turut memperbesar posisi investasinya di dua emiten berbeda. Perusahaan sekuritas tersebut mengoleksi 71,66 juta saham PT MD Pictures Tbk (FILM) sehingga kepemilikannya naik ke level 11,25%, serta mencicil 224,41 juta saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang mengerek porsi kepemilikannya menjadi 19,04%.

Investor ritel legendaris Lo Kheng Hong juga kembali menambah porsi investasinya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan menyerap sebanyak 1,61 juta saham. 

Berkat transaksi tersebut, kepemilikannya naik tipis dari posisi 5,13% menuju 5,14%.

Sementara itu, aktivitas pelepasan saham juga membukukan catatan pada sejumlah emiten. PT Pandawa Putra Investama menjual sebanyak 83,50 juta saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Karya Nusa Perdana melepas 117,80 juta saham PT Maxi Kreasi Indonesia Tbk (MAXI), dan PT Asuransi Jiwa Starinvestama memangkas kepemilikan saham di PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) hingga tersisa 5,93%.

Aksi jual saham juga direalisasikan oleh Sujito Ngatiman di PT Dewata Freightinternational Tbk (DEWI), yang menyusutkan tingkat kepemilikannya dari 7,76% menjadi 7,00%, diikuti oleh CGS International Sekuritas Indonesia yang memotong porsi kepemilikan di PT Hillcon Tbk (HILL) menjadi 16,42%.

Rangkaian data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas perpindahan kepemilikan saham dalam volume besar masih berjalan dinamis di pasar modal, ditandai dengan munculnya sejumlah pemegang saham baru yang berpotensi menjadi fokus perhatian pelaku pasar dalam memantau perubahan struktur kepemilikan emiten-emiten terkait.

Reporter: Ibtihal