MPMX Bagikan Dividen Jumbo Rp451,89 Miliar, Cek Jadwalnya

Ilustrasi Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) (Foto: Dok. MPMX)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 03 Juni 2026 | 15:01:01 WIB

JAKARTA – Pembagian dividen bernilai jumbo siap mewarnai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2026. Tingkat keuntungan (dividend yield) dari aksi korporasi ini diproyeksikan menyentuh 7x lipat dari besaran bunga deposito rupiah di bank umum.

Alokasi dividen bernilai besar tersebut dikucurkan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX). Anak perusahaan dari Saratoga Investama Sedaya yang bergerak pada sektor distribusi dan penjualan sepeda motor merk Honda ini akan membagikan dividen tunai dengan total anggaran mencapai Rp451,89 miliar.

Melalui jumlah tersebut, para pemilik saham MPMX bakal memperoleh dividen sebesar Rp170 untuk setiap lembar saham atau setara Rp17.000 per lot. Ketetapan alokasi dividen ini telah memperoleh persetujuan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa (26/5/2026).

Akumulasi dividen yang disalurkan tersebut mencakup 97,83% dari raihan laba bersih MPMX tahun buku 2025 yang menyentuh angka Rp461,89 miliar. Sementara sisa keuntungan bersih senilai Rp10 miliar bakal dicadangkan sebagai dana cadangan wajib korporasi.

Pihak manajemen MPMX menguraikan nominal dividen ini setara dengan dividend yield di kisaran 16% mengacu pada harga saham MPMX pada penutupan sesi perdagangan tanggal 25 Mei 2026.

Pada sesi perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, harga saham MPMX bertengger di level Rp1.090 setelah menguat 5,31% atau naik 55 poin secara harian. Berpatokan pada harga penutupan tersebut, yield dividen saham MPMX menyentuh angka 15,6%.

Tingginya persentase dividend yield tersebut memosisikan saham MPMX sebagai salah satu emiten dengan tingkat imbal hasil dividen paling memikat di Bursa Efek Indonesia. Keuntungan dividen saham MPMX ini setara dengan 7x bunga deposito rupiah pada bank umum yang rata-rata hanya berada di level 2%-an.

Berikut merupakan rincian jadwal lengkap agenda pembagian dividen tunai MPMX:

  1. Tanggal efektif: 26 Mei 2026
  2. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 8 Juni 2026
  3. Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 9 Juni 2026
  4. Cum dividen pasar tunai: 10 Juni 2026
  5. Ex dividen pasar tunai: 11 Juni 2026
  6. Recording date / daftar pemegang saham: 10 Juni 2026
  7. Pembayaran dividen: 25 Juni 2026

Para pelaku pasar yang berencana mengincar dividen MPMX wajib melakukan pembelian saham sebelum tibanya tanggal ex dividen agar namanya tercantum dalam daftar pemegang saham yang berhak menerima pencairan dana.

Di sepanjang tahun 2025, MPMX mengantongi total pendapatan sebesar Rp16,15 triliun. Sementara itu, perolehan laba bersih perusahaan tercatat di angka Rp461,89 miliar. 

Walau begitu, secara tahunan, pendapatan beserta laba bersih milik MPMX masing-masing membukukan koreksi sebesar 1,40% dan 19,28% jika disandingkan dengan performa tahun sebelumnya.

Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati mengutarakan bahwa sektor industri otomotif dan mobilitas domestik di sepanjang tahun 2025 masih dihadapkan pada beragam tantangan ekonomi.

Menurut pandangannya, kendala tersebut dipicu oleh melemahnya daya beli publik, tantangan pada sektor pembiayaan kendaraan, hingga normalisasi tingkat permintaan di beberapa lini usaha. 

Kendati demikian, MPMX konsisten fokus menjaga kualitas kinerja bisnis lewat kedisiplinan operasional, efisiensi pengeluaran biaya, pengelolaan risiko secara hati-hati, serta optimalisasi portofolio bisnis.

“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai berkelanjutan kepada para pemegang saham,” ujar Suwito sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah situasi pasar saham yang fluktuatif, emiten yang menawarkan dividen yield tinggi tetap menjadi magnet bagi investor, khususnya bagi mereka yang membidik pendapatan pasif dari pasar modal.

Di samping memantau besaran keuntungan dividen, para pelaku investasi juga tetap diimbau untuk jeli dalam mencermati aspek fundamental korporasi, prospek sektor industri, serta keberlanjutan performa bisnis emiten ke depan.

Reporter: Ibtihal