Jaga Stabilitas Harga, BULOG Gelontorkan Beras SPHP ke Pasar

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani (Foto: Istimewa)
Penulis: Ibtihal
Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25:43 WIB

JAKARTA - Perum BULOG kian memperkokoh tindakan stabilisasi pangan tanah air lewat akselerasi pendistribusian bantuan pangan beras serta penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke bermacam daerah. 

Kebijakan itu diterapkan BULOG demi mengawal keterjangkauan harga beras bagi publik.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani memberikan penegasan bahwa kabinet sudah menyiapkan bermacam instrumen guna menyikapi dinamika nilai jual beras di sejumlah wilayah. 

Salah satu tindakan pokok yang saat ini tengah digulirkan ialah akselerasi distribusi bantuan pangan serta memaksimalkan pengaliran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat. 

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurut pandangannya, kuantitas tersebut teramat mencukupi demi memenuhi keperluan agenda bantuan pangan, SPHP, serta bermacam intervensi pemerintah dalam mengawal ketahanan stok dan harga beras di seantero Indonesia. 

Sampai 6 Juni 2026, pengaliran bantuan pangan beras sudah terealisasi hampir 60 persen atau telah didapatkan oleh hampir 20 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari keseluruhan target 33,2 juta PBP.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat dialirkan hingga penghujung Juni 2026. 

Akselerasi pendistribusian bantuan pangan tersebut dipercaya bakal memberikan imbas instan bagi penguatan daya beli warga sekaligus menyokong peredaman desakan harga beras pada level konsumen.

Di samping bantuan pangan, BULOG pun terus memaksimalkan distribusi beras SPHP hingga menyentuh volume sebanyak 315 ribu ton ke berbagai jalur distribusi resmi, tidak terkecuali pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah. 

Ahmad Rizal mengutarakan beras SPHP merupakan instrumen taktis pemerintah demi menggaransi publik tetap mendapatkan beras dengan nilai yang murah. 

"Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambah Ahmad Rizal.

Pihak kabinet menakar kombinasi antara pendistribusian bantuan pangan dan pengaliran beras SPHP merupakan tindakan yang ampuh dalam mengawal keseimbangan stok dan harga di bursa. 

Lewat ketersediaan persediaan yang kokoh dan jaringan distribusi yang lebar, publik tidak usah risau terhadap pemenuhan stok beras nasional.

BULOG pun menggaransi keseluruhan cadangan beras pemerintah yang ditangani sekarang berada dalam situasi terlindungi serta siap dipasok kapan saja guna menopang regulasi stabilisasi pangan nasional. 

Ahmad Rizal mengimbau publik untuk tetap tenang lantaran persediaan beras nasional berada dalam situasi yang teramat mencukupi. 

"BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani.

Reporter: Ibtihal