Naik 6,12 Persen, Total Aset Dana Pensiun Tembus Rp1.690 Triliun

lustrasi dana pensiun (Sumber Gambar : Net)
Penulis: Ibtihal
Senin, 08 Juni 2026 | 11:55:24 WIB

JAKARTA – Lini bisnis industri dana pensiun konsisten memperlihatkan grafik kenaikan aset yang positif sampai dengan periode April 2026. 

Perolehan impresif tersebut dipicu oleh bertambahnya akumulasi aset, baik di sektor program pensiun sukarela maupun pada skema program pensiun wajib.

Menilik dokumen data resmi yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total akumulasi aset dana pensiun berhasil menyentuh posisi Rp 1.690,64 triliun per April 2026. 

Torehan tersebut menorehkan pertumbuhan di level 6,12% secara tahunan atau year on year (YoY), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perlu dipahami, kerangka industri dana pensiun ini ditopang oleh dua pilar, yakni program pensiun sukarela serta program pensiun wajib. 

Ruang lingkup program wajib tersebut mengover program Jaminan Hari Tua sekaligus Jaminan Pensiun yang diorganisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, serta turut menyertakan program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun khusus untuk kalangan ASN, TNI, dan Polri.

Jika dibedah secara lebih mendetail, akumulasi aset untuk skema program pensiun sukarela bertengger di angka Rp 410,14 triliun menjelang akhir April 2026. 

Capaian ini mencatatkan kenaikan sebesar 5,63% apabila dikomparasikan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada waktu yang bersamaan, total aset dari sektor program pensiun wajib sukses menembus angka Rp 1.280,50 triliun, atau membukukan lonjakan hingga 10,13% YoY. 

Sistem program wajib ini disokong penuh oleh Jaminan Hari Tua serta Jaminan Pensiun besutan BPJS Ketenagakerjaan, ditambah instrumen program tabungan hari tua beserta kumpulan iuran pensiun bagi korps ASN, TNI, dan Polri.

Melihat dari sisi jumlah kepesertaan, OJK mencatat bahwa kuantitas anggota yang terdaftar dalam program pensiun sukarela sudah menembus 5,42 juta jiwa per April 2026. 

Di sisi lain, untuk skema program pensiun wajib, jumlah anggota yang terdata aktif berada di kisaran 24,71 juta jiwa.

Bukan hanya menyajikan rincian dana pensiun, OJK turut melansir dinamika perkembangan aset pada industri keuangan non-bank lainnya. 

Akumulasi aset pada industri perasuransian per April 2026 terpantau berada di level Rp 1.202,16 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 3,39% secara tahunan. 

Berbanding terbalik, nilai aset dari sektor industri penjaminan per Maret 2026 diinformasikan tertahan di angka Rp 46,73 triliun, yang mengindikasikan terjadinya penurunan atau kontraksi sebesar 1,28% YoY.

Reporter: Ibtihal