Kredit Trade Finance Bank DBS Indonesia Tumbuh 22 Persen

Gedung DBS. (Dok/DBS Bank)
Penulis: Ibtihal
Senin, 08 Juni 2026 | 11:55:24 WIB

JAKARTA - Di tengah pusaran tekanan akibat melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, PT Bank DBS Indonesia terbukti masih sanggup menorehkan rapor kinerja positif di lini bisnis trade finance

Sektor pembiayaan perdagangan ini sukses mengemas pertumbuhan hingga dua digit sampai dengan periode Mei 2026, yang dipicu oleh melonjaknya pemanfaatan dari nasabah eksis serta perluasan basis pelanggan baru.

Trade finance sendiri merupakan instrumen layanan keuangan yang dihadirkan oleh lembaga perbankan guna menyediakan fasilitas pembiayaan ataupun garansi keamanan dalam rangkaian transaksi perdagangan para nasabah, baik untuk cakupan pasar lokal maupun skala internasional. Layanan tersebut memegang peran yang sangat krusial dalam menyokong kelancaran arus kegiatan ekspor serta impor.

Ad-Interim Head of Global Transactions Bank DBS Indonesia, Stephanie Chandrawinata, memaparkan bahwa sektor bisnis trade finance perusahaan konsisten memperlihatkan tren kenaikan yang positif sepanjang tahun 2026.

Menurut penjelasan Stephanie, hingga bulan Mei 2026, penyaluran pinjaman kredit trade finance Bank DBS Indonesia terpantau masih tumbuh konsisten di level angka dua digit.

Ia menjabarkan bahwa total nilai kredit trade finance yang telah dikucurkan menyentuh kisaran Rp 10 triliun menjelang akhir Mei 2026. Perolehan tersebut melompat naik sekitar 22% jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

"Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan utilisasi nasabah dan akuisisi nasabah baru. Ke depan, bank akan terus menargetkan peningkatan kredit trade finance sembari tetap menjaga kualitas kredit," kata Stephanie sebagaimana dilansir dari berita sumber, Selasa (2/6/2026).

Pencapaian kinerja tersebut menarik perhatian besar mengingat sektor bisnis trade finance memiliki ikatan yang sangat kuat dengan fluktuasi pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. 

Situasi ini terjadi lantaran salah satu peran esensial dari produk layanan ini adalah mengover pembiayaan kegiatan ekspor-impor yang pada umumnya bertumpu pada penggunaan mata uang asing.

Meskipun harus berhadapan dengan tantangan berupa ketidakpastian nilai tukar rupiah, Bank DBS Indonesia tetap memelihara rasa optimistis bahwa proyeksi bisnis trade finance akan terus melaju positif di sepanjang tahun ini. 

Stephanie mempertegas komitmen bahwa korporasi bakal konsisten menyajikan pelayanan trade finance secara prima guna mengawal geliat perdagangan para pelanggan, sekaligus mengamankan mutu portofolio kredit pembiayaan di tengah dinamika pasar finansial global yang dinamis.

Reporter: Ibtihal