Perluas Pasar ke Eropa, ISEA Bidik Pertumbuhan Omzet 30 Persen pada 2026

Direktur Utama PT Indo American Seafoods Tbk. (ISEA) Ibnu Syena Alfitra (tengah), Direktur Abu Yazid (kanan), dan Komisaris Independen Leo Herlambang berbincang seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). (Foto: bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:56:38 WIB

JAKARTA – Perusahaan publik bidang pengolahan serta ekspor produk udang, PT Indo American Seafoods Tbk. (ISEA), mematok target kenaikan omzet di kisaran 20% sampai 30% untuk tahun 2026 mendatang. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan strategi perusahaan dalam melebarkan jangkauan pasar ekspornya.

Melihat adanya peluang perbaikan pada pendapatan serta keuntungan bersih, pihak ISEA pun memberikan indikasi positif terkait potensi pembagian dividen bagi para pemegang sahamnya.

Direktur ISEA, Ibnu Surya Ramadhan, memaparkan bahwa korporasi mengincar pertumbuhan omzet di kisaran 20% hingga 30% untuk periode tahun 2026.

Realisasi pertumbuhan tersebut diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Target pertumbuhan ISEA pada 2026 kurang lebih di 20%-30% dari omzet tahun 2025,” ujarnya dalam Paparan Publik, Senin (8/6/2026).

Harga Udang Per KilogramPada kuartal I/2026 sendiri, performa penjualan ISEA telah menyentuh angka Rp181,19 miliar, atau melesat sebesar 69,95% jika dikomparasikan dengan periode sebelumnya yang senilai Rp106,61 miliar.

Perusahaan juga sukses membukukan keuntungan sebesar Rp2,16 billion, berbalik positif dari situasi kuartal I/2025 yang sempat mencatatkan rugi bersih senilai Rp5,36 miIiar.

Demi menyukseskan target yang telah dirancang, perusahaan bakal mengintensifkan aktivitas pemasaran dan promosi di beberapa negara yang menjadi pasar utama produk makanan laut, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, serta China.

Bukan hanya sekadar merawat relasi dengan para pembeli lama, ISEA saat ini tengah bergerak memperluas jangkauan pasar menuju wilayah Eropa.

Berdasarkan penjelasan Ibnu, langkah menambah kepemilikan sertifikasi internasional menjadi taktik krusial guna mendongkrak daya saing produk sekaligus membuka pintu pasar baru di area Eropa tersebut.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami akan lebih sering melakukan workshop ke beberapa negara konsumen, yakni Amerika Serikat, termasuk menjaga buyer yang sudah ada, Jepang, Taiwan, dan China. Selain itu juga membuka peluang ke Eropa melalui penambahan sertifikasi,” katanya.

Kendati menatap masa depan pertumbuhan dengan rasa optimis, perusahaan tetap menaruh kewaspadaan pada dinamika geopolitik global yang dapat berimbas bagi sektor niaga internasional serta tingkat permintaan ekspor.

Di sepanjang tahun 2025, ISEA menorehkan lompatan performa yang sangat pesat. Pendapatan yang diraih perusahaan menyentuh Rp564,2 miliar, atau meroket di atas 70% dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp322,6 miliar.

Nilai laba bersih juga melesat menjadi Rp5,27 miliar dari posisi awal yang hanya Rp348 juta, yang mana ditopang oleh kenaikan laba kotor menjadi Rp111,9 miliar dari posisi periode sebelumnya sebesar Rp75,8 miliar.

Meninjau dari laporan neraca keuangan, jumlah total aset milik perusahaan merangkak naik menuju kisaran Rp439,9 miliar. Pada periode yang sama, nilai liabilitas sanggup dikendalikan secara baik dan ekuitas meningkat ke angka sekitar Rp184,6 miliar, yang memperlihatkan kondisi postur modal yang kian kokoh.

Berbekal jam terbang selama lebih dari 15 tahun terjun di industri makanan laut, ISEA sejauh ini telah memfasilitasi pasar ekspor utama menuju wilayah Amerika Serikat serta Jepang.

Perusahaan mempraktikkan model bisnis yang terintegrasi mulai dari tahapan pencarian bahan baku, pemrosesan, penyimpanan beku (cold storage), sampai ke tahap distribusi ekspor langsung kepada konsumen.

Pola bisnis terpadu ini mempermudah perusahaan dalam mengendalikan mutu produk secara konsisten, mengamankan ketersediaan stok bahan baku, memacu efisiensi jalannya operasional, serta memperkecil ancaman risiko pada rantai pasok.

Strategi penggabungan proses inilah yang menjadi nilai tambah kompetitif utama bagi ISEA demi memperkuat posisinya di bidang pengolahan serta ekspor makanan laut.

TANTANGAN

Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra, mengemukakan bahwa secara umum terdapat hambatan dalam aktivitas ekspor makanan laut Indonesia akibat ketatnya persaingan di pasar internasional.

Kondisi tersebut dipicu terutama semenjak India kembali bergerak agresif dalam mendistribusikan produknya ke pasar Amerika Serikat. Ia menilai, adanya kesetaraan tarif membuat komoditas dari India kembali berhadapan langsung dengan para eksportir asal Indonesia di pasar Amerika Serikat tersebut.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “India masuk lagi kembali ke Amerika karena tarifnya disamakan dengan kami. Jadi kompetisi untuk memasok ke Amerika mulai bersaing kembali,” ungkapnya.

Harga Udang Per KilogramDi tengah situasi kompetisi yang sengit tersebut, ISEA belum berencana melangsungkan ekspansi dalam skala besar pada tahun 2026.

Pihak manajemen memilih untuk berkonsentrasi pada agenda renovasi serta mendongkrak produktivitas wilayah tambak demi menjaga stabilitas pasokan bahan baku sekaligus mempertahankan margin keuntungan.

Langkah ini dipandang oleh Ibnu Syena jauh lebih efisien ketimbang menggantungkan pasokan pada pihak ketiga yang berisiko mengerek ongkos bahan baku serta Harga Pokok Produksi (HPP). Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Lebih baik meningkatkan produktivitas dari tambak kami sendiri,” tuturnya.

Selaras dengan fokus terhadap penguatan di lini operasional, perusahaan menetapkan kebijakan untuk tidak membagikan dividen dari perolehan keuntungan tahun buku 2025.

Walau begitu, pihak manajemen tetap membuka celah untuk mulai mengalirkan imbal hasil bagi para pemegang saham sekiranya capaian finansial di tahun 2026 memperlihatkan tren pemulihan yang signifikan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Untuk 2025 kami tidak membagikan dividen. Namun, jika laba bersih lebih bagus dari tahun ini, kami usahakan untuk membuatnya lebih baik,” pungkas Ibnu Syena.

Reporter: Ibtihal