IHSG Hari Ini Diprediksi Lanjut Menguat, Cek 5 Saham Pilihan Cuan

Ilustrasi IHSG Diramal Lanjut Melemah Hari Ini!. (Foto: kontan.co.id)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 10 Juni 2026 | 09:27:36 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) meneruskan penguatan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). 

IHSG hari ini diperkirakan bergulir pada rentang resistance 5.850, pivot 5.700, dan support 5.600. Phintraco Sekuritas menyarankan, jangan melewatkan potensi keuntungan dari lima saham, salah satunya BBNI.

Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG kemarin berakhir menguat di posisi 5.746,65 (7,57%). Seluruh sektor menghijau dengan kenaikan tertinggi pada saham sektor barang baku (9,97%).

Di luar agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang semestinya digelar pada pekan depan, Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5% pada Selasa (9/6/2026). 

“Hal ini cukup diapresiasi positif, di mana Rupiah menguat 0,65% di level Rp 18.065 per dolar AS,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengungkapkan, setelah sehari sebelumnya IHSG sempat berakhir di bawah MA200 monthly, IHSG berbalik naik dan ditutup di atas level tersebut. 

Secara grafik harian, IHSG juga berakhir di atas level MA5 dan sekaligus menutup gap up yang terbentuk sehari sebelumnya.

“Stochasctic RSI membentuk Golden Cross di area oversold. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600-5.850,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas mengemukakan, BI memandang perlunya mengambil langkah-langkah lanjutan guna memperkokoh stabilitas nilai tukar Rupiah dengan menaikkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain yang menjadi strategi untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.

“Stabilisasi nilai tukar Rupiah dilakukan agar ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan target inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai,” jelas Phintraco Sekuritas.

Langkah BI

Selain mengerek BI Rate, Phintraco Sekuritas mengimbuhkan, BI juga menaikkan struktur bunga SRBI pada seluruh tenor 6,9 dan 12 bulan, kemudian memberikan insentif berupa pemangkasan tingkat hedging swap bagi investor asing sebesar 10%.

“Selain itu, BI juga membuka kembali window lelang instrumen repo untuk tenor 3,6,9 dan 12 bulan bagi perbankan, serta meningkatkan intensitas operasi moneter Rupiah dan valas untuk memperkuat stabilisasi Rupiah,” tambah Phintraco Sekuritas.

DPR telah melangsungkan koordinasi dengan beberapa lembaga seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), serta bank Himbara guna menyiapkan strategi merespon dinamika pasar modal.

“Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di BEI,” kata Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan jangan sampai melewatkan potensi keuntungan lima Saham , yakni BBNI, BBRI, INCO, BRPT dan TINS.

Reporter: Ibtihal