BBCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham, Cek Jadwal Cum Date
JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) resmi memulai penerapan kebijakan penyaluran dividen interim setiap triwulan.
Hari ini, Senin (15/6/2026), menjadi jadwal cum dividen interim perdana untuk periode tahun buku 2026.
BBCA telah mempublikasikan rencana pendistribusian dividen interim tahap pertama senilai Rp20 per lembar saham dengan akumulasi dana yang disalurkan menyentuh kisaran Rp2,46 triliun.
Proses pencairan dividen tersebut diagendakan bakal terlaksana pada 26 Juni 2026 nanti.
Tindakan ini menjadi bagian dari strategi BBCA demi menyuguhkan keuntungan yang lebih konsisten bagi para pemilik saham lewat mekanisme pembagian dividen yang makin berkala.
Dividen interim tersebut ke depannya bakal diakumulasikan sebagai bagian dari seluruh distribusi dividen tahun buku 2026 yang akan diajukan restunya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2027.
Jajaran manajemen BBCA memberikan sinyal mengenai peluang besaran dividen interim tahap selanjutnya untuk dipertahankan pada tingkat yang serupa.
Ketetapan itu nantinya bakal senantiasa menimbang raihan kinerja finansial perusahaan, progres laba bersih, tingkat pemenuhan modal, sekaligus iklim perekonomian serta sektor industri perbankan.
Pergerakan saham BBCA sendiri terpantau mulai merangkak naik belakangan ini. Pada sesi transaksi Jumat (12/6/2026), nilai saham BBCA berakhir di posisi Rp5.925 usai terangkat 100 poin atau 1,72 persen, dan sepanjang sepekan ke belakang membukukan akumulasi kenaikan sebanyak 955 poin atau 19,22 persen.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia, penanam modal asing dibukukan merealisasikan aksi beli bersih senilai Rp387,96 miIiar hingga Kamis (11/6/2026). K
etertarikan para investor mencuat di tengah estimasi para analis bahwasanya valuasi harga saham sektor perbankan masih tergolong murah, di mana BRI Danareksa Sekuritas tetap memasang rekomendasi beli berpatokan pada target harga Rp10.900 per lembar saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan, menilai valuasi BBCA saat ini mendekati minus dua standar deviasi dibandingkan dengan rata-rata price to book value selama 10 tahun terakhir yang berada di level 2,1 kali.
“Kondisi tersebut dinilai menciptakan ruang valuasi yang menarik bagi investor. Selain itu, posisi BBCA sebagai bank dengan franchise yang kuat dan neraca keuangan yang dominan dinilai mampu memberikan bantalan terhadap pandangan pertumbuhan yang lebih moderat,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.