JAKARTA - Mempunyai hewan peliharaan yang lucu, bermata besar, dan bisa terbang seperti sugar glider tentu menjadi impian banyak orang. Karakteristik fisik yang menggemaskan membuat siapa saja ingin menyentuh, mengelus, dan mengajaknya bermain sepanjang hari.
Namun, bagi sebagian pemilik, impian memiliki peliharaan yang manja kerap kali berubah menjadi momen penuh drama ketika gigi-gigi kecil yang tajam itu mulai menancap di kulit.
Rasa sakit dari gigitan sugar glider mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa kecewa pemiliknya. Muncul pertanyaan besar yang sering kali membayangi para pencinta hewan eksotis ini: Mengapa sugar glider tetap menggigit padahal sudah dirawat dengan penuh kasih sayang?
Fenomena sugar glider yang gemar menggigit, baik yang baru diadopsi maupun yang sudah lama dipelihara, sebenarnya bukanlah tanda bahwa hewan tersebut jahat atau tidak tahu terima kasih. Di balik setiap gigitan, selalu ada alasan psikologis, biologis, dan lingkungan yang melatarbelakanginya. Memahami alasan tersebut adalah kunci utama untuk mengubah sugar glider yang agresif menjadi peliharaan yang jinak dan penurut.
Memahami Karakter Alami Sugar Glider
Sebelum menggali lebih dalam mengenai alasan di balik gigitannya, sangat penting untuk memahami sifat dasar dari hewan berkantung (marsupial) ini. Sugar glider bukanlah hewan domestik murni seperti kucing atau anjing yang telah hidup berdampingan dengan manusia selama ribuan tahun.
Mereka masih membawa insting liar yang sangat kuat dari habitat aslinya di hutan Australia, Papua Nugini, dan sebagian wilayah Indonesia.
Di alam liar, sugar glider adalah hewan mangsa (prey animal). Artinya, mereka selalu berada dalam kondisi waspada terhadap ancaman dari predator seperti burung hantu, ular, atau kucing hutan. Ukuran tubuh yang kecil membuat mereka harus memiliki mekanisme pertahanan diri yang cepat dan efektif. Ketika merasa terpojok, terkejut, atau terancam, dua senjata utama mereka adalah suara desisan yang khas (disebut crabbing) dan gigitan yang tajam.
Bagi sugar glider, gigitan bukan sekadar alat untuk melukai, melainkan salah satu bentuk komunikasi paling efektif yang mereka miliki. Karena tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia, mereka menggunakan bahasa tubuh dan tindakan fisik untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan.
Penyebab Utama Mengapa Sugar Glider Tetap Menggigit
Banyak pemilik merasa frustrasi karena merasa telah memberikan makanan terbaik dan kandang yang mewah, namun sugar glider kesayangan tetap saja suka menggigit. Berikut adalah rincian mendalam mengenai alasan-alasan mengapa perilaku tersebut terus terjadi:
1. Proses Bonding yang Belum Sempurna (Kurang Menempel)
Alasan paling klasik mengapa sugar glider tetap menggigit adalah karena proses ikatan emosional atau bonding belum terjalin dengan kuat. Sugar glider mengandalkan indra penciuman yang sangat tajam untuk mengenali lingkungan dan pemiliknya.
Jika hewan ini belum terbiasa dengan aroma tubuh pemiliknya, mereka akan menganggap tangan manusia sebagai benda asing atau ancaman yang menakutkan.
Proses bonding membutuhkan waktu yang bervariasi bagi setiap individu sugar glider. Ada yang bisa jinak dalam hitungan minggu, namun tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika pemilik terburu-buru ingin memegang atau memeluk tanpa melewati tahapan perkenalan aroma yang benar, gigitan adalah respons defensif yang paling logis bagi mereka.
2. Rasa Takut dan Trauma Masa Lalu
Jika sugar glider diadopsi dalam kondisi sudah dewasa (bukan dari hasil ternakan sejak bayi) atau diadopsi dari pemilik sebelumnya, ada kemungkinan mereka memiliki trauma masa lalu. Perlakuan kasar, cara memegang yang salah, atau lingkungan lama yang penuh stres dapat membekas dalam ingatan hewan kecil ini.
Sugar glider yang memiliki trauma akan memiliki tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi. Mereka cenderung melihat segala bentuk interaksi dari manusia sebagai potensi bahaya. Sebagai akibatnya, mereka akan langsung menggigit sebagai langkah antisipasi sebelum manusia sempat "menyakiti" mereka kembali.
3. Aroma Asing pada Tangan Pemilik
Pernahkah sugar glider yang biasanya jinak tiba-tiba menggigit dengan sangat keras? Coba ingat kembali apa yang dilakukan sebelum memegang mereka. Sugar glider sangat sensitif terhadap bau. Jika tangan pemilik habis memegang makanan (terutama buah-buahan manis atau daging), aroma makanan tersebut akan tertinggal di kulit.
Dalam kasus ini, sugar glider menggigit bukan karena marah, melainkan karena mereka mengira tangan tersebut adalah makanan yang lezat. Selain aroma makanan, bau-bauan tajam lain seperti parfum, losion, sabun cuci tangan beraroma kuat, atau bau hewan peliharaan lain (seperti kucing atau anjing) juga bisa memicu gigitan. Bau hewan lain dapat membuat mereka panik karena mengira ada predator yang mendekat.
4. Metode Eksplorasi Lingkungan (Grooming dan Tasting)
Tidak semua gigitan sugar glider didasari oleh rasa benci atau takut. Ada jenis gigitan ringan yang disebut nibbling atau gigitan kecil. Sugar glider menggunakan gigi mereka untuk menjelajahi dunia sekitarnya, mirip dengan bayi manusia yang suka memasukkan benda ke dalam mulut.
Selain itu, di alam liar, sugar glider sering melakukan aktivitas saling membersihkan diri (grooming) antaranggota koloni sebagai tanda kasih sayang. Proses grooming ini melibatkan gigi depan mereka untuk Menyisir bulu. Ketika mereka mencoba melakukan hal yang sama pada kulit manusia, gigitan kecil tersebut bisa terasa menyakitkan karena kulit manusia tidak memiliki bulu tebal seperti mereka.
5. Stres Akibat Lingkungan Kandang
Kondisi lingkungan tempat tinggal sugar glider memegang peranan penting dalam membentuk perilaku mereka. Sugar glider yang ditempatkan di dalam kandang yang terlalu sempit, kotor, atau diletakkan di ruangan yang terlalu bising pada siang hari akan mudah mengalami stres.
Sebagai hewan nokturnal, sugar glider membutuhkan tidur yang nyenyak dan berkualitas sepanjang siang hari. Jika istirahat mereka sering terganggu oleh suara bising televisi, gonggongan anjing, atau teriakan anak-anak, mereka akan menjadi sangat sensitif dan mudah marah. Ketika pemilik mencoba mengeluarkan mereka dari kandang dalam kondisi kurang tidur, gigitan menjadi luapan rasa frustrasi mereka.
6. Masalah Kesehatan dan Rasa Sakit
Hewan yang sedang sakit atau mengalami cedera fisik cenderung menyembunyikan kelemahannya sebagai bentuk insting bertahan hidup. Namun, rasa sakit yang mereka rasakan membuat ambang toleransi mereka terhadap interaksi manusia menjadi sangat rendah.
Jika sugar glider yang biasanya sangat jinak dan manja tiba-tiba berubah menjadi agresif dan sering menggigit saat dipegang di bagian tubuh tertentu, ini adalah alarm bahaya. Bisa jadi mereka sedang mengalami patah tulang tersembunyi, masalah gigi, gangguan pencernaan, atau infeksi kulit. Gigitan tersebut adalah cara mereka berteriak, "Jangan sentuh aku, aku sedang kesakitan!"
7. Insting Melindungi Wilayah (Territorial Behavior)
Sugar glider adalah hewan koloni yang sangat menjaga wilayah kekuasaan mereka. Mereka menandai kandang, mainan, dan kantong tidur mereka dengan kelenjar bau yang ada di tubuh mereka.
Ketika ada tangan manusia yang tiba-tiba masuk ke dalam kandang, terutama dengan gerakan yang cepat dan mengejutkan, sugar glider dapat menganggapnya sebagai invasi wilayah. Mereka akan menyerang dan menggigit untuk mempertahankan rumah mereka dari penyusup.
Cara Mengatasi dan Menjinakkan Sugar Glider yang Suka Menggigit
Menghadapi sugar glider yang gemar menggigit membutuhkan kombinasi antara kesabaran ekstra, konsistensi, dan teknik yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah efektif yang bisa diterapkan untuk meminimalkan dan menghilangkan kebiasaan menggigit pada sugar glider:
Langkah 1: Biasakan dengan Aroma Tubuh
Langkah awal yang paling krusial adalah mengenalkan aroma tubuh kepada sugar glider tanpa melakukan kontak fisik langsung yang memicu stres.
Caranya adalah dengan memasukkan sepotong kain atau baju bekas pakai (yang sudah terpapar keringat pemilik, namun tanpa parfum) ke dalam kandang mereka. Biarkan kain tersebut dijadikan alas tidur oleh sugar glider. Dengan cara ini, mereka akan mulai mengasosiasikan aroma tubuh pemilik dengan kenyamanan dan keamanan tempat tidur mereka.
Langkah 2: Gunakan Bonding Pouch yang Tepat
Bonding pouch adalah kantong khusus yang dirancang untuk membawa sugar glider berjalan-jalan di dalam rumah atau saat beraktivitas. Masukkan sugar glider ke dalam kantong tersebut pada siang hari saat mereka sedang mengantuk dan tidur.
Dekatkan kantong tersebut ke tubuh pemilik agar mereka bisa mendengar detak jantung dan mencium aroma pemilik sepanjang hari. Proses ini sangat efektif untuk membangun kepercayaan secara pasif tanpa risiko digigit.
Langkah 3: Perbaiki Cara Mendekati dan Memegang
Jangan pernah mendekati sugar glider dari arah atas secara tiba-tiba, karena gerakan ini menyerupai terkaman burung pemangsa di alam liar. Dekatilah mereka dari arah depan atau bawah dengan gerakan yang tenang dan perlahan. Biarkan mereka mengendus jari tangan terlebih dahulu sebelum mencoba mengangkatnya.
Saat mengangkat, tangkupkan tangan membentuk mangkuk di bawah tubuh mereka, jangan mencengkeram bagian punggung atau ekor mereka.
Langkah 4: Jaga Kebersihan Tangan
Sebelum berinteraksi dengan sugar glider, pastikan tangan sudah dicuci bersih menggunakan sabun yang tidak memiliki keharuman buah atau bunga yang tajam (gunakan sabun antiseptik tanpa parfum jika memungkinkan). Pastikan juga tangan benar-benar bersih dari sisa-sisa makanan agar sugar glider tidak salah mengira jari tangan sebagai camilan.
Langkah 5: Berikan Respons yang Tepat Saat Digigit
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemilik saat digigit adalah menarik tangan dengan cepat sambil berteriak. Gerakan refleks yang mengejutkan ini justru akan membuat sugar glider semakin panik dan menggigit lebih keras, atau mereka akan menganggapnya sebagai sebuah permainan yang menyenangkan.
Ketika digigit, cobalah untuk tetap tenang. Jangan menarik tangan secara paksa. Sebaliknya, tiup wajah sugar glider dengan lembut sambil mengeluarkan suara desisan pelan ("tsss"). Di dunia sugar glider, suara desisan ini adalah cara mereka mengatakan "tidak" atau "berhenti" kepada sesamanya. Mereka akan segera melepaskan gigitan karena memahami bahasa tersebut.
Langkah 6: Berikan Imbalan (Positive Reinforcement)
Setiap kali sugar glider menunjukkan perilaku yang baik, seperti mau mengendus tangan tanpa menggigit atau mau keluar dari kandang dengan tenang, segera berikan imbalan berupa camilan kesukaan mereka (seperti ulat Jerman, madu murni setetes, atau potongan buah kering). Ini akan membentuk pola pikir di otak mereka bahwa berinteraksi dengan pemilik akan membuahkan hal-hal yang menyenangkan dan lezat.
Inti Penting: Perbedaan Jenis Gigitan Sugar Glider
Untuk memudahkan analisis perilaku, pemilik perlu membedakan jenis gigitan yang dilakukan oleh sugar glider. Secara garis besar, gigitan terbagi menjadi tiga jenis utama:
Gigitan Eksplorasi (Nibbling): Gigitan ini terasa seperti gigitan kecil atau kunyahan ringan yang tidak sampai melukai kulit. Tujuannya murni untuk mengenali tekstur kulit manusia atau bagian dari ritual grooming. Solusinya cukup dengan mengalihkan perhatian mereka dengan mainan atau camilan.
Gigitan Defensif (Takut): Gigitan ini biasanya diawali dengan suara desisan keras (crabbing) dan tubuh yang gemetar. Gigitannya bisa sangat cepat dan cukup dalam hingga mengeluarkan darah. Ini tanda bahwa mereka sangat ketakutan dan membutuhkan waktu lebih lama dalam proses bonding.
Gigitan Agresif/Territorial: Gigitan yang terjadi saat tangan masuk ke wilayah mereka (kandang). Mereka akan mengejar tangan dan menggigit dengan sengaja. Solusinya adalah dengan memancing mereka keluar kandang terlebih dahulu menggunakan camilan sebelum mengajaknya bermain.
Kesimpulan
Mengapa sugar glider tetap menggigit pada dasarnya bermuara pada satu hal: komunikasi yang belum sejalan antara hewan dan pemiliknya. Gigitan tersebut bukanlah bentuk kebencian, melainkan manifestasi dari rasa takut, insting bertahan hidup, stres lingkungan, atau sekadar cara mereka menjelajahi dunia baru.
Kunci utama untuk mengatasi masalah ini adalah kesabaran yang tidak terbatas dan konsistensi dalam menerapkan metode bonding yang benar. Dengan memahami bahasa tubuh mereka, menjaga kebersihan aroma tubuh, memberikan lingkungan kandang yang nyaman, serta memberikan respons yang tepat saat gigitan terjadi, sugar glider lambat laun akan menurunkan dinding pertahanannya.
Pada akhirnya, hubungan yang harmonis akan tercipta, dan sugar glider yang gemar menggigit akan berubah menjadi sahabat kecil yang sangat jinak, setia, dan manja di pundak pemiliknya.