JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak mendatar atau konsolidatif pada sesi perdagangan Kamis (18/6/2026), menyusul sikap mencermati keadaan (wait and see) dari para pelaku pasar menjelang rentetan agenda krusial yang berpotensi memengaruhi laju pasar keuangan dalam negeri.
Pada sesi perdagangan Rabu (17/6), IHSG ditutup mengalami penyusutan 0,55% atau berkurang 34,32 poin menuju level 6.220,7. Padahal, indeks sempat bergerak menguat dan menguji posisi 6.321 pada awal perdagangan.
Tekanan jual yang bersumber dari aksi ambil untung (profit taking) serta sikap berhati-hati dari para investor menjelang pengumuman kebijakan bank sentral menjadi pemicu utama koreksi pasar.
Selain putusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, para pelaku pasar juga memantau jalannya MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing FTSE, serta MSCI Annual Market Classification Review.
Rentetan sentimen tersebut ikut menekan nilai tukar rupiah yang melemah menuju posisi Rp 17.762 per dolar Amerika Serikat (AS).
Merujuk pada hasil riset BRI Danareksa Sekuritas lewat Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI), jalannya pasar pada hari ini akan mengarahkan perhatian besar pada hasil rapat kebijakan The Fed yang diestimasi akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan.
Di sisi lain, Bank Indonesia diprediksi bakal menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menuju 5,75% demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gempuran tekanan eksternal.
"Hasil keputusan The Fed dan Bank Indonesia akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah, arus dana asing, serta sentimen pasar dalam jangka pendek," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Melihat dari sisi teknikal, IHSG diproyeksikan akan bergerak melemah dalam rentang terbatas dengan kecenderungan berkonsolidasi.
Area support berada pada rentang level 6.071 sampai 5.931, sedangkan untuk area resistance berada pada kisaran 6.300 sampai 6.350.
Sepanjang indeks sanggup bertahan di atas area support tersebut, tren rebound dalam jangka menengah dinilai masih cukup terjaga sekalipun volatilitas berpeluang mengalami peningkatan dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, sentimen dari luar negeri terpantau kurang kondusif setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup berjatuhan pasca Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang cenderung lebih hawkish.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 0,98% menuju level 51.492,55. S&P 500 menyusut 1,21% menjadi 7.420,10, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi sebesar 1,34% ke posisi 26.021,66.
Rekomendasi Saham
BRI Danareksa Sekuritas membagikan beberapa saham yang dinilai potensial untuk dicermati pada sesi perdagangan hari ini. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dianggap punya peluang untuk melanjutkan tren penguatan setelah mampu menembus garis resistance tren dan bertahan di atas area support 890–925.
Saran beli berada di kisaran 925–965 dengan target harga (resistance) pada level 980 dan 1.050. Sementara itu, batas cut loss berada di bawah posisi 890.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pun memperlihatkan sinyal teknikal yang positif usai menembus pola pennant yang disokong oleh indikator MACD.
Saham ini disarankan beli pada rentang harga 2.650–2.700 dengan target kenaikan mengarah ke 2.850 dan 2.940. Stop loss ditempatkan di bawah level 2.550.
Di samping itu, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) memiliki potensi untuk melanjutkan aksi penguatan setelah rebound dari area support 214–234 dan sanggup menembus resistance minor pada level 276.
Saham SMIL disarankan beli pada kisaran 278–284 dengan target harga di level 292 sampai 300. Sementara batas cut loss disiapkan di bawah level 270.
Di sudut lain, BRI Danareksa Sekuritas menyarankan para investor untuk mengantisipasi pergerakan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
Secara teknikal, saham PANI terpantau masih terjebak dalam tren turun (bearish) usai tidak berhasil melewati area resistance pada level 7.200 yang dibarengi dengan kenaikan volume jual.
Dengan posisi harga terakhir di level 6.425, saham PANI berisiko melanjutkan penurunan ke arah area support selanjutnya di level 5.550.