Investasi Jumbo, Rajawali Kapital Emas Beli Saham ARCI Rp18,26 Triliun

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Bloomberg Techno)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:47:30 WIB

JAKARTA – Rajawali Kapital Emas memperbanyak akumulasi saham Archi Indonesia (ARCI) dengan menyerap 16,6 miliar lembar. Aksi korporasi berskala besar tersebut telah direalisasikan pada 23 Juni 2026.

Target dari pelaksanaan transaksi tersebut yaitu untuk langkah restrukturisasi internal atau pemindahan kepemilikan antar-afiliasi dalam satu ekosistem grup. 

Transaksi dieksekusi pada tingkat harga Rp1.100 per lembar, sehingga Rajawali Kapital Emas menggelontorkan modal mencapai Rp18,26 triliun.

Sesudah transaksi tersebut rampung, kepemilikan saham ARCI yang dikuasai Rajawali Kapital Emas bertambah menjadi 21,1 miliar lembar atau setara 83,65 persen. 

Porsi penguasaan saham ini melesat 65,8 persen jika disandingkan dengan sebelumnya yang tercatat hanya 4,5 miliar saham atau 17,85 persen.

Diketahui pula bahwa Rajawali Kapital Emas menyerap porsi saham yang dialihkan oleh Rajawali Corpora. Pada waktu yang bersamaan, Rajawali Corpora menggelar divestasi sejumlah 16,6 miliar lembar dengan harga Rp1.100 per lembar senilai Rp18,26 triliun, sehingga kepemilikan saham ARCI di dalam portofolionya kini menjadi kosong.

Merujuk pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia per 29 Mei 2026, jajaran pemegang saham ARCI dengan porsi di atas 1 persen mencakup Rajawali Corpora, Rajawali Kapital Emas, Government of Norway, serta CGS International Sekuritas Indonesia. Sementara itu, untuk volume saham free float dilaporkan berada di angka 4,01 miliar atau setara 15,89 persen.

Per 31 Desember 2025, Archi Indonesia membukukan perolehan laba bersih senilai USD101,82 juta, atau melonjak hingga 874,35 persen dari periode tahun sebelumnya yang sebesar USD10,45 juta. 

Perolehan laba per saham dasar pun ikut merangkak naik ke posisi USD 0,0041 dari posisi awal USD 0,0004.

Nilai pendapatan korporasi yang bersumber dari kontrak pelanggan terdongkrak ke angka USD 496,23 juta, melesat sebesar 72,53 persen dari realisasi akhir tahun sebelumnya yang bertengger di level USD 287,62 juta. 

Di sisi lain, perolehan laba usaha perusahaan terkerek tajam menuju USD 203,95 juta dari posisi terdahulu senilai USD 56,59 juta.

Akumulasi total ekuitas perusahaan berhasil dihimpun senilai USD362,93 juta, meningkat jika dikomparasikan dengan akhir tahun sebelumnya yang sebesar USD272,95 juta. 

Selain itu, untuk total aset dilaporkan menyentuh USD1,03 miliar, menanjak cukup tinggi dari perolehan sebelumnya yang senilai USD865,39 juta.

Berlandaskan pencapaian performa tersebut, ARCI telah mendistribusikan dividen dengan total Rp1,02 triliun atau setara 58,5 persen dari perolehan laba tahun berjalan pada 9 Juni 2026. 

Sebelumnya, korporasi juga telah mengucurkan dividen interim kepada para pemegang saham dengan estimasi Rp499 miliar pada 16 Desember 2025.

Alokasi dividen final yang telah disalurkan mencapai nominal Rp522 miliar atau setara Rp20,69 per lembar saham. Rangkaian jadwal pembagian keuntungan tersebut telah melewati tahapan tanggal cum serta ex dividen pada pasar reguler, pasar negosiasi, maupun pasar tunai sepanjang bulan Mei 2026.

Reporter: Ibtihal