Surya Semesta Internusa Bagi Dividen Rp23,5 Miliar dan Sahkan MESOP

Manajemen PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dalam RUPS Tahunan, Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:55:43 WIB

JAKARTA – PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mendistribusikan dividen tunai bernilai Rp23,5 miliar atau Rp5 per saham yang diambil dari saldo laba ditahan, selaras dengan rasa optimistis perseroan terhadap prospek kenaikan performa sepanjang 2026. 

Ketetapan tersebut disahkan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat (19/6/2026). Mengacu pada harga penutupan saham per tanggal 19 Juni 2026, dividen tersebut mencerminkan dividen yield pada kisaran 0,31%.

Dalam agenda rapat yang sama, para pemegang saham turut menyetujui perombakan susunan Dewan Komisaris dengan mendudukkan Fentony sebagai komisaris anyar. Sebelum masuk ke jajaran SSIA, Fentony memegang posisi selaku Komisaris PT TCP Internusa.

Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Johannes Suriadjaja mengutarakan pihak perseroan meyakini bisa membukukan pertumbuhan performa pada 2026 yang disokong oleh konversi hasil pemasaran kawasan industri (marketing sales) Subang Smartpolitan menjadi pos pendapatan, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"Kami memperkirakan kinerja SSIA pada tahun 2026 akan didorong oleh konversi penjualan pemasaran yang kuat dari Subang Smartpolitan menjadi pendapatan, yang didukung oleh berlanjutnya pemulihan yang solid pada segmen perhotelan seiring peningkatan kinerja operasional Paradisus by Meliá Bali sejak resmi beroperasi pada Februari tahun ini," ujar Johannes dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Di samping melangsungkan RUPST, SSIA juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang memberikan restu terhadap eksekusi Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP). 

Melalui program tersebut, perseroan bakal menerbitkan lembaran saham baru dengan kuantitas maksimal di bawah 5% dari total saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh pada saat ini.

Johannes memaparkan program MESOP diformulasikan guna menyodorkan insentif bagi para pegawai serta manajemen yang menorehkan pencapaian tinggi di lingkungan Grup SSIA, mulai dari jenjang manajer hingga jajaran eksekutif, sebagaimana dilansir dari berita sumber:

"Harga pelaksanaan akan mengikuti peraturan yang berlaku dan ditetapkan tidak kurang dari 90% dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan," katanya.

Menengok pada aspek kinerja, SSIA membukukan total pendapatan mencapai Rp1,44 triliun pada kuartal I/2026, terkerek naik 35% secara tahunan apabila disandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan tersebut utamanya didorong oleh lonjakan masif pendapatan dari lini properti yang menyentuh angka 202,1% secara tahunan menjadi Rp494,9 miliar. Sementara itu, lini usaha perhotelan menorehkan peningkatan 59,2% menjadi Rp162,5 miliar. 

Adapun untuk sektor konstruksi terpantau masih diterpa tekanan di awal tahun ini imbas dari penurunan intensitas kegiatan proyek selama masa Ramadan dan Idulfitri yang memengaruhi pengakuan laba serta progres penyelesaian pekerjaan.

Susunan Direksi dan Komisaris SSIA Periode 2026–2029

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama (Independen): Hagianto Kumala
  • Wakil Komisaris Utama: Crescento Hermawan
  • Komisaris: Fentony
  • Komisaris: Frans Bedjo Wiantono
  • Komisaris Independen: Irawan Chandra

Direksi

  • Presiden Direktur: Johannes Suriadjaja
  • Wakil Presiden Direktur: The Jok Tung
  • Direktur: Wilson Effendy
  • Direktur: Sonny Satia Negara

Reporter: Ibtihal