Lippo Cikarang Hibahkan Lahan Rp291 Miliar untuk Rusun Subsidi

Ilustrasi Lippo Cikarang (LPCK) Jadi Rusun Subsidi. (Foto: Bisnis.com)
Penulis: Ibtihal
Senin, 29 Juni 2026 | 12:43:03 WIB

JAKARTA – Emiten properti PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) memaparkan penjelasan terkait lahan yang diserahkan secara cuma-cuma kepada pihak pemerintah guna menunjang proyek pembangunan rumah susun atau rusun subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Direktur LPCK Agus Arismunandar menyampaikan bahwa area tanah yang diserahkan tersebut merupakan milik langsung dari perseroan beserta entitas anak usahanya. 

Lahan dimaksud juga tercatat di dalam pos persediaan serta tanah untuk pengembangan milik LPCK dan anak usahanya.

"Nilai buku atas lahan yang akan dihibahkan adalah sekitar Rp291 miliar," tulis Agus dalam keterbukaan informasi sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Minggu (28/6/2026).

Di sisi lain, pelaksanaan penyerahan lahan ini akan mendatangkan konsekuensi berupa penurunan nilai aset sekaligus ekuitas emiten berkode saham LPCK tersebut sebesar Rp291 miliar karena munculnya beban hibah tanah dengan nilai sekitar Rp291 miliar. 

Meski demikian, aksi korporasi ini ditegaskan tidak termasuk ke dalam golongan transaksi material, transaksi afiliasi, maupun transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Pada permulaan tahun ini, pihak pemerintah telah memulai proyek pembangunan rumah susun atau rusun subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini diintegrasikan ke dalam program 3 juta rumah yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani memaparkan bahwa wilayah pembangunan tersebut mencakup 30 hektar tanah yang akan dikerjakan secara bertahap, dengan target hunian yang dibangun mencapai total 14.000 unit apartemen.

"Kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih itu antara Rp14 [triliun] sampai Rp16 triliun," kata Rosan waktu itu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rosan mengutarakan bahwa Danantara akan mengambil peran sebagai penyedia pembiayaan, sedangkan untuk urusan eksekusi proyeknya, Danantara bisa menggerakkan jajaran BUMN Karya untuk saling bersinergi.

"Dari pembiayaan kami akan dukung secara full. Di kami, kan, ada BUMN-BUMN Karya yang kami bekerja sama juga di dalam proyek ini. Tentunya bersama kontraktor swasta lainnya, kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara di proyek Meikarta ini," tegasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proyek Meikarta sendiri berada di bawah naungan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang bertindak sebagai entitas bisnis dari PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK). Lahan seluas 30 hektare tersebut merupakan tanah hibah yang diberikan oleh Lippo Grup kepada pihak pemerintah.

Reporter: Ibtihal