Momentum Libur Sekolah Jadi Katalis Positif bagi Emiten Ritel-Wisata

Atraksi wisata Waterbom Bali. (Foto: Kemenpar)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:34:30 WIB

JAKARTA – Momentum libur sekolah pertengahan tahun bertransformasi menjadi katalis positif bagi sederet emiten pada sektor ritel, pariwisata, hingga transportasi. 

Lonjakan aktivitas belanja keluarga serta pergerakan mobilitas masyarakat sepanjang Juni-Juli dinilai sanggup menyokong pertumbuhan performa korporasi di tengah tantangan daya beli serta ketidakpastian ekonomi dunia.

PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memandang periode libur sekolah selaku salah satu faktor musiman yang mengawal pertumbuhan penjualan pada kuartal II/2026. 

"Pada Juni umumnya mulai mengalami peningkatan aktivitas. Secara kontribusi kuartalan, kuartal II hampir mirip dengan kuartal III karena ada faktor musiman [libur sekolah] yang cukup kuat," ujar VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih Darmawan Gianda, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sisi lain, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) memaksimalkan momentum libur sekolah guna mengejar target pertumbuhan penjualan di angka 20 persen sepanjang tahun ini. 

"Di bulan Juni-Juli memang banyak aktivitas yang terkait sekolah. Pada saat yang sama terdapat kesempatan bagi para orang tua untuk memberikan hadiah kenaikan kelas maupun kelulusan. Kami juga menjalankan berbagai promo di seluruh jaringan toko untuk menyambut momentum ini," tutur Direktur ERAL Andre Tanudjaja, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pada sektor pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) mengungkapkan libur sekolah ialah salah satu periode krusial karena secara historis memicu lonjakan kunjungan pelancong. 

"Libur sekolah merupakan salah satu momentum paling penting bagi Ancol setiap tahunnya. Pada periode ini kami melihat peningkatan minat masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, sehingga secara historis jumlah kunjungan maupun aktivitas ekonomi di kawasan Ancol cenderung meningkat," kata Corporate Communication Ancol Daniel Windriatmoko, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sentimen serupa diperoleh sektor transportasi, di mana PT Blue Bird Tbk. (BIRD) mendapati peningkatan permintaan layanan akomodasi pergerakan seiring aktivitas wisata. 

"Kami melihat layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal masih menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mendukung aktivitas selama masa libur sekolah," ujar Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. (BIRD) Andre Djokosoetono, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, memaparkan libur sekolah sejatinya bertindak sebagai katalis musiman yang mendongkrak konsumsi pada sektor transportasi, akomodasi, ritel, beserta hiburan. 

"Permintaan terhadap transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan biasanya meningkat selama periode liburan sekolah," jelas Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia turut mengingatkan adanya tantangan normalisasi permintaan seusai masa liburan usai. 

"Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," tambah Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Wisnubroto, menilai momentum libur sekolah sanggup menopang konsumsi rumah tangga walau efeknya tidak terlampau luar biasa.

"Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga. Di antaranya pengelola pusat perbelanjaan dan ritel discretionary seperti MAPI, serta emiten consumer seperti AMRT." ucap Rully, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Reporter: Ibtihal