Harga Minyak Dunia Turun Usai Perundingan AS-Iran di Qatar

Selat Hormuz, Iran. (Foto: freepik)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15:37 WIB

DOHA – Nilai komoditas minyak dunia mengalami penurunan pada sesi transaksi Rabu (1/7/2026) waktu setempat atau Kamis (2/7/2026) pagi, menyusul selesainya agenda perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar. 

Pelaku pasar berpandangan bahwa komunikasi diplomasi antara AS dan Iran itu membuka jalan bagi meredanya eskalasi geopolitik yang tempo hari sempat memicu kecemasan atas kelancaran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Menyadur laporan CNBC, Kamis (2/7/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot sebesar 1,15 persen menuju angka 67,79 dollar AS per barrel.

Di sisi lain, harga minyak mentah patokan global Brent turut terkoreksi sebesar 0,85 persen menuju level 70,96 dollar AS per barrel. Penyusutan nilai jual minyak ini juga disokong oleh statemen Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengungkapkan bahwa dialog bersama Iran memperlihatkan dinamika yang positif.

"Proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti," kata Trump kepada wartawan

Agenda diskusi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran digulirkan di Doha mulai Selasa (30/6/2026). 

Utusan Amerika Serikat yang dikomandoi oleh delegasi khusus Steve Witkoff melangsungkan pembicaraan lewat perantara pihak Qatar tanpa melakukan tatap muka secara langsung dengan para pejabat Iran.

Langkah diplomasi ini ditempuh sesudah tensi hubungan kedua negara tersebut kembali memanas pada akhir pekan kemarin. Ketegangan itu sempat mengancam keberlangsungan komitmen gencatan senjata selama 60 hari yang sudah disepakati pada periode sebelumnya.

Dalam situasi terkini, Iran dikabarkan melancarkan gempuran terhadap dua armada kapal komersial. Aksi tersebut berikutnya direspons oleh Amerika Serikat lewat serangan balasan ke sejumlah titik sasaran di area teritorial Iran.

Para pelaku pasar sekarang mulai menakar potensi penurunan tensi konflik jika proses perundingan tersebut konsisten memperlihatkan tren positif. 

Ekspektasi ini mengikis kecemasan atas risiko tersendatnya suplai minyak dari Timur Tengah, sebuah kawasan yang selama ini menjadi salah satu pilar utama produsen minyak global.

Menyusutnya ancaman terhadap kelancaran distribusi energi tersebut ikut menyeret turun harga minyak di pasar internasional. Biarpun begitu, kalangan penanam modal diproyeksikan masih akan memantau ketat kelanjutan dialog antara Washington dan Teheran dalam beberapa waktu mendatang.

Konklusi dari negosiasi tersebut dianggap bakal menjadi salah satu instrumen krusial yang menentukan arah fluktuasi harga minyak global serta kestabilan pasokan energi dari teritorial Timur Tengah.

Reporter: Ibtihal