Resmi Ditetapkan, Harga Batu Bara Acuan RI Kompak Naik per Juli 2026
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk transaksi niaga batu bara fase pertama Juli 2026.
Berdasarkan data terbaru, semua lini kategori komoditas batu bara mencatatkan lonjakan harga jika disandingkan dengan fase kedua Juni 2026.
Ketetapan anyar tersebut disahkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 274 Tahun 2026 mengenai Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Juli Tahun 2026.
Melalui regulasi tersebut, otoritas membagi instrumen HBA ke dalam 4 pos kategori berbeda. Jika dikomparasikan terhadap nilai HBA pada fase kedua Juni 2026 kemarin, keempat klasifikasi komoditas batu bara tersebut kompak membukukan eskalasi nilai jual pada fase pertama Juli 2026.
"Dari sisi batu bara, seluruh kategori HBA kembali kompak menguat. Tren positif ini mencerminkan masih terjaganya permintaan batu bara di pasar internasional, seiring dinamika kebutuhan energi global," tulis Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM dalam unggahan Instagram @ditjenminerba, Rabu (1/7/2026).
Di bawah ini merupakan rincian ketetapan HBA untuk fase pertama bulan Juli 2026:
Pertama, tolok ukur HBA dengan penyetaraan tingkat kalori 6.322 kcal/kg GAR, tingkat Total Moisture 12,26%, Total Sulphur 0,66%, serta kadar Ash 7,94% dipatok pada nominal US$ 126,58 per ton. Level ini menguat dari besaran HBA pada fase kedua Juni 2026 yang berada di angka US$ 123,91 per ton.
Kedua, untuk pos HBA I dengan penyetaraan tingkat kalori 5.300 kcal/kg GAR, indeks total moisture 21,32%, kandungan sulphur 0,75%, serta kadar ash 6,04% untuk fase pertama Juli 2026 dipatok di kisaran US$ 90,94 per ton. Angka ini mengalami kenaikan jika dikomparasikan terhadap nominal fase kedua Juni 2026 yang senilai US$ 88,40 per ton.
Ketiga, pada instrumen HBA II dengan penyetaraan tingkat kalori 4.100 kcal/kg GAR, indeks total moisture 35,73%, kandungan sulphur 0,23%, serta kadar ash 3,9% untuk fase pertama Juli 2026 ditetapkan di harga US$ 62,59 per ton. Nilai tersebut terapresiasi dari posisi HBA fase kedua Juni 2026 yang bertengger di batas US$ 60,19 per ton.
Keempat, untuk pos HBA III dengan penyetaraan tingkat kalori 3.400 kcal/kg GAR, indeks total moisture 44,30%, kandungan sulphur 0,24%, serta kadar ash 3,88% untuk fase pertama Juli 2026 dipatok pada posisi US$ 41,91 per ton. Level ini merangkak naik jika disandingkan dengan fase kedua Juni 2026 yang berada di batas US$ 41,19 per ton.