Cek Harga Pangan 2 Juli 2026: Cabai Rawit Anjlok, Harga Beras Naik
JAKARTA - Nilai jual untuk sederet komoditas pangan di lingkup pasar tradisional kembali berfluktuasi pada Kamis (2/7).
Merujuk pada publikasi angka Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), kategori cabai beserta bawang terpantau masih meneruskan tren koreksi harga.
Di pihak lain, untuk beberapa varian beras serta daging sapi justru mendapati lonjakan tipis.
Pelemahan yang paling kentara melanda komoditas cabai rawit merah yang merosot hingga Rp5.000 per kilogram, sedangkan untuk bawang merah ikut turun di atas Rp2.700 per kilogram.
1. Cabai dan bawang kembali memimpin daftar komoditas yang turun
Produk hortikultura sejauh ini tetap menjadi faktor pendorong utama dalam penurunan harga pada hari ini. Berikut rincian nominalnya:
- Cabai rawit merah: Rp63.900/kg, turun 7,26 persen atau Rp5.000
- Bawang merah ukuran sedang: Rp48.300/kg, turun 5,39 persen atau Rp2.750
- Cabai merah keriting: Rp51.600/kg, turun 3,82 persen atau Rp2.050
- Cabai rawit hijau: Rp50.150/kg, turun 3,74 persen atau Rp1.950
- Cabai merah besar: Rp51.800/kg, turun 3,45 persen atau Rp1.850
Sementara itu, untuk bawang putih ukuran sedang justru mencatatkan kenaikan tipis menuju angka Rp44.000 per kilogram, atau menguat sebesar 0,8 persen (Rp350).
2. Harga beras mulai bergerak naik meski tidak signifikan
Sektor komoditas beras terpantau relatif konstan, walau ada beberapa varian yang mulai memperlihatkan pergerakan naik tipis. Berikut adalah rincian daftar harga beras berskala nasional:
- Beras kualitas bawah I: Rp14.700/kg (naik Rp50)
- Beras kualitas bawah II: Rp14.550/kg (naik Rp50)
- Beras kualitas medium I: Rp16.350/kg (naik Rp50)
- Beras kualitas medium II: Rp16.100/kg (tetap)
- Beras kualitas super I: Rp17.650/kg (naik Rp50)
- Beras kualitas super II: Rp17.100/kg (tetap)
Tren lonjakan harga tersebut dinilai masih relatif rendah lantaran hanya berkisar pada nominal Rp50 per kilogramnya.
3. Daging ayam turun, tetapi daging sapi naik
Banderol untuk sektor protein hewani menunjukkan tren pergerakan yang saling bertolak belakang.
- Daging ayam ras segar merosot ke level Rp36.750/kg, atau menyusut Rp300.
- Daging sapi kualitas 1 menanjak ke posisi Rp150.100/kg, bertambah Rp250.
- Daging sapi kualitas 2 menguat ke angka Rp141.100/kg, atau naik Rp200.
Dinamika pergerakan ini memperlihatkan bahwa tingkat harga daging sapi sejauh ini masih kokoh bertahan pada level yang tinggi apabila disandingkan dengan jenis komoditas protein lainnya.
4. Minyak goreng, gula, dan telur relatif stabil
Untuk kelompok kebutuhan pokok sekunder lainnya cenderung tidak mengalami pergeseran nominal yang mencolok. Berikut merupakan daftar tarif paling up-to-date:
- Gula pasir premium: Rp20.300/kg (tetap)
- Gula pasir lokal: Rp19.050/kg (turun Rp50)
- Minyak goreng curah: Rp20.550/kg (turun Rp50)
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp24.250/kg (tetap)
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp23.400/kg (tetap)
- Telur ayam ras segar: Rp29.250/kg (turun Rp450)
Berdasarkan rilis data PIHPS memperlihatkan tren koreksi harga mayoritas masih melanda komoditas hortikultura, khususnya untuk jenis cabai serta bawang.
Di sudut lain, tarif untuk komoditas beras serta daging sapi mulai merangkak naik secara lambat walaupun dinilai belum terlalu signifikan.
Fluktuasi harga pangan tersebut sekaligus menjadi potret nyata dari kondisi pasar tradisional dalam skala nasional, dan angkanya sewaktu-waktu dapat bergeser menyelaraskan tingkat pasokan sekaligus permintaan di tiap-tiap wilayah.