OJK Sebut Tema BIA 2026 Sangat Sesuai Kondisi Dunia Usaha Kini
JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa tema Where Growth Meets Strength yang diusung dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026 sangat tepat dengan situasi dunia usaha saat ini.
Tema tersebut dipandang merepresentasikan pentingnya membangun pertumbuhan bisnis yang ditopang oleh fondasi kokoh di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Friderica memaparkan bahwa kemajuan suatu korporasi tidak sekadar ditakar dari tingginya angka-angka performa semata.
Lebih dari itu, ekspansi harus berjalan selaras dengan penerapan tata kelola yang bersih, pengelolaan risiko yang matang, serta komitmen terhadap keberlanjutan masa depan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Tema yang dipilih Where Growth Meets Strength mencerminkan bahwa pertumbuhan yang baik itu bukan semata-mata melihat angka pertumbuhannya yang tinggi, tapi harus merupakan pertumbuhan yang ditopang oleh fundamental usaha yang kuat, tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta orientasi keberlanjutan jangka panjang."
Melalui sudut pandang Friderica, esensi dari pesan tersebut kian krusial lantaran pelaku usaha saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan besar.
Mulai dari pergolakan geopolitik, hambatan dalam perdagangan internasional, hingga dampak perubahan iklim serta disrupsi digital yang mengubah arah ekonomi sejagat.
Ia menjelaskan bahwa organisasi internasional sekelas IMF, World Bank, dan OECD pun masih melihat masa depan ekonomi dunia dibayangi oleh risiko penurunan laju pertumbuhan.
Ditambah lagi, konflik geopolitik yang belum mereda ikut memicu inflasi global tetap tinggi, sehingga memunculkan perkiraan bahwa era suku bunga tinggi bakal bertahan lebih lama.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami semua memahami bahwa saat ini perekonomian global sedang berada dalam fase yang penuh tantangan dan penuh ketidakpastian."
Kendati tekanan dari luar negeri begitu hebat, Friderica melihat kondisi ekonomi Indonesia sejauh ini masih menunjukkan daya tahan yang sangat baik.
Ia menjabarkan bahwa pada kuartal I/2026, pertumbuhan ekonomi domestik sukses menembus angka 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di barisan anggota G20.
Bukan hanya itu, industri jasa keuangan nasional pun dilaporkan tetap berdiri kokoh menahan guncangan global.
Aktivitas penyaluran kredit perbankan, piutang di sektor pembiayaan, hingga industri asuransi dipastikan masih memperlihatkan capaian kinerja yang aman dan terkendali.
Sebagai informasi, Bisnis Indonesia Awards 2026 kali ini merupakan pergelaran yang ke-24 sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2002.
Acara penghargaan ini diselenggarakan secara rutin sebagai bentuk penghormatan bagi perusahaan-perusahaan serta para pelaku industri yang dianggap sukses memberikan sumbangsih nyata bagi perekonomian Tanah Air.