Naik Rp55,60 per Kg, Harga TBS Sawit Plasma Riau Usia 9 Tahun Melejit

Ilustrasi petani sawit. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Senin, 06 Juli 2026 | 10:20:00 WIB

PEKANBARU – Nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit plasma di Provinsi Riau untuk kurun waktu 1–7 Juli 2026 tercatat kembali meningkat. 

Merujuk pada keputusan rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau yang dirilis melalui Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Nomor 23 Periode 1–7 Juli 2026, nominal TBS bagi kategori pohon produktif berumur 9 tahun melonjak Rp55,60 per kilogram menjadi Rp3.831,76 per kilogram.

Melalui perumusan nominal pada jangka waktu ini, Tim Penetapan pun mematok harga minyak sawit mentah (CPO) pada angka Rp15.472,21/kg, harga inti sawit (kernel) berada di posisi Rp12.812,59/kg, serta bagian cangkang diputuskan senilai Rp19,77/kg. 

Rumusan tersebut memakai indeks K sebesar 92,87 persen, yang dipakai sebagai acuan utama dalam perumusan nilai TBS bagi kelompok pekebun plasma.

Berkaca pada informasi resmi Dinas Perkebunan Provinsi Riau, nominal TBS plasma merujuk pada variabel kelompok umur pohon telah diputuskan sebagai berikut: umur 3 tahun senilai Rp2.949,68/kg, umur 4 tahun Rp3.347,18/kg, umur 5 tahun Rp3.548,50/kg, umur 6 tahun Rp3.703,60/kg, umur 7 tahun Rp3.782,99/kg, serta umur 8 tahun senilai Rp3.827,74/kg.

Di sisi lain, nilai TBS bagi kategori kelapa sawit berumur 9 tahun dipatok di angka Rp3.831,76/kg, sedangkan tanaman berumur 10 hingga 20 tahun senilai Rp3.810,90/kg. 

Untuk pohon yang lebih tua, harga TBS dihargai sebesar Rp3.750,55/kg pada umur 21 tahun, Rp3.692,58/kg pada umur 22 tahun, Rp3.630,79/kg pada umur 23 tahun, Rp3.563,01/kg pada umur 24 tahun, dan kategori umur 25 tahun diputuskan senilai Rp3.486,85/kg.

Berikutnya, untuk pohon berumur 26 tahun dihargai sebesar Rp3.440,62/kg, umur 27 tahun Rp3.394,14/kg, umur 28 tahun Rp3.348,86/kg, umur 29 tahun Rp3.331,61/kg, dan kategori umur 30 tahun diputuskan senilai Rp3.317,41/kg.

Lonjakan nilai jual TBS pada awal Juli ini mengindikasikan dapat memicu surplus profit bagi pekebun sawit plasma di Riau, khususnya di tengah fluktuasi nilai komoditas minyak sawit pada level pasar global yang tetap dipengaruhi oleh laju produksi, persediaan, serta permintaan dari negara-negara importir utama.

Reporter: Ibtihal