Mayoritas Harga Pangan Cirebon Turun 6 Juli, Cabai Anjlok Paling Dalam
CIREBON — Nilai jual komoditas pangan strategis di wilayah Kabupaten Cirebon kedapatan mengalami penurunan per Senin (6/7/2026).
Koreksi harga paling signifikan nampak pada kelompok cabai, sementara itu nilai jual beras untuk seluruh tipe terpantau ajek tanpa pergerakan bila disandingkan dengan periode sebelumnya.
Perubahan data tersebut terangkum lewat panel harga pangan Kabupaten Cirebon yang mengawasi perkembangan 21 komoditas kebutuhan pokok milik masyarakat.
Cabai rawit merah menempati urutan sebagai komoditas dengan tingkat penurunan paling besar. Nilai jual komoditas ini terdata senilai Rp51.900 per kilogram atau merosot sebesar 12,85% dari periode terdahulu.
Penyusutan nilai juga menimpa cabai merah besar yang kini bertengger di level Rp42.750 per kilogram atau merosot 5,84%, cabai merah keriting senilai Rp41.200 per kilogram atau menyusut 5,07 persen, serta cabai rawit hijau seharga Rp47.700 per kilogram atau melemah 3,34%.
Bukan hanya kelompok cabai, nilai jual bawang merah ukuran sedang turut mengalami koreksi menuju angka Rp45.450 per kilogram atau turun sebesar 5,51%. Di sisi lain, komoditas bawang putih ukuran sedang terpangkas tipis sebesar 0,69% menuju posisi Rp43.100 per kilogram.
Di kala sejumlah barang holtikultura memperlihatkan tren penurunan, nilai jual beras di area Kabupaten Cirebon diinformasikan sama sekali tidak mengalami pergeseran.
Beras kualitas bawah I bertahan pada angka Rp14.150 per kilogram serta beras kualitas bawah II senilai Rp13.600 per kilogram.
Untuk golongan medium, nilai beras medium I berada di posisi Rp15.400 per kilogram dan tipe medium II senilai Rp14.750 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super I terdata sebesar Rp17.100 per kilogram dan varian kualitas super II senilai Rp16.000 per kilogram. Seluruh kategori beras tersebut menyandang status harga konstan.
Ajeknya harga beras ini mengindikasikan absennya pergerakan yang berarti pada bahan pangan utama warga tersebut. Situasi yang identik juga nampak pada agenda pengawasan harga pangan yang digulirkan oleh pemerintah daerah setempat lewat Sistem Informasi Komoditas Harga Pangan Kabupaten Cirebon.
Nilai jual untuk komoditas protein hewani pun ikut memperlihatkan tren melandai. Daging ayam ras segar menyusut sebesar 2,96% menjadi Rp32.800 per kilogram.
Untuk telur ayam ras segar juga turun sebesar 4,09% menjadi Rp24.650 per kilogram.
Adapun untuk nilai jual daging sapi kualitas I berada di angka Rp157.100 per kilogram atau melemah tipis 0,16%, sedangkan daging sapi kualitas II terdata senilai Rp148.050 per kilogram atau menyusut 0,10%.
Walau mengalami penurunan, daging sapi tetap menjadi jenis komoditas dengan nilai jual paling tinggi di antara seluruh bahan pangan yang diawasi.
Pada rumpun kebutuhan pokok lainnya, fluktuasi harga berjalan dalam besaran yang amat minim. Nilai jual minyak goreng curah menyusut 0,93% menjadi Rp21.350 per liter.
Untuk minyak goreng kemasan bermerek I melemah 0,43% menuju level Rp23.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II bergeming di angka Rp22.700 per liter.
Mengenai komoditas pemanis, gula pasir kualitas premium menyusut tipis 0,26% menjadi Rp19.300 per kilogram. Sementara itu, untuk varian gula pasir lokal ajek berada pada posisi Rp18.400 per kilogram.