Harga Bioetanol Juli 2026 Melonjak Jadi Rp10.933 per Liter

Harga bioetanol Juli 2026 naik menjadi Rp10.933 per liter. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 07 Juli 2026 | 13:40:53 WIB

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempublikasikan harga indeks pasar (HIP) untuk komoditas bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel serta bioetanol periode Juli 2026. 

Diinformasikan, nilai biodiesel mengalami penyusutan, sementara bioetanol justru melesat naik. Secara detail, HIP biodiesel untuk Juli 2026 dipatok pada angka Rp14.562 tiap liter dengan tambahan biaya transportasi. 

Nominal ini merosot jika disandingkan dengan HIP biodiesel pada Juni yang berada di angka Rp14.643 tiap liter ditambah biaya transportasi.

Di sisi lain, nilai konversi dari crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel ditetapkan senilai US$85 per metrik ton untuk Mei 2026 ini. Jumlah ini terpantau belum mengalami pergeseran sejak Desember 2025 yang lalu. 

Adapun, nominal HIP BBN untuk tipe biodiesel tersebut dikalkulasikan mengacu pada aturan Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar serta nominal Ongkos Angkut mengacu pada aturan Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Secara lebih spesifik, nominal HIP BBN biodiesel didapatkan melalui rumus, HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut. Dalam hal ini, angka 870 kg per m³ berfungsi sebagai faktor konversi satuan dari kilogram menuju liter. 

Kemudian, untuk penyetaraan nilai mata uang asing memakai rata-rata dari kurs tengah Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.895 tiap US$.

Selanjutnya, untuk HIP bioetanol ditetapkan senilai Rp10.933 tiap liter pada Juli 2026. Nilai ini merangkak naik jika disandingkan dengan HIP bioetanol periode Juni 2026 yang tercatat senilai Rp8.062 tiap liter. 

Kalkulasi HIP BBN bioetanol ini mengaplikasikan rumus yang sudah ditentukan, yakni HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter. Menggunakan acuan harga tetes tebu KPB rata-rata (15 Desember 2025 - 14 Juni 2026) sebesar Rp1.568 tiap kg.

Lalu, angka 4,125 kg per liter bertindak sebagai faktor konversi satuan dari kilogram menuju liter. Sementara itu, untuk nilai US$0,25 per liter merupakan besaran konversi dari bahan mentah hingga menjadi bioetanol.

 Adapun untuk penyetaraan nilai mata uang asing memakai rata-rata dari kurs tengah Bank Indonesia yang berada di angka Rp17.853 tiap US$.

Reporter: Ibtihal