Fluktuasi Harga Sembako Jatim, Cek Harga Beras hingga Cabai Rawit

Ilustrasi cabai rawit. (foto: Info Publik)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 12:43:46 WIB

SURABAYA – Nilai jual komoditas sembako di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau terus menunjukkan pergerakan yang dinamis dari waktu ke waktu. 

Pada perdagangan hari ini, grafik harga untuk semua varian beras, telur ayam ras, cabai rawit merah, serta komoditas gas elpiji terekam mengalami kenaikan.

Di sisi lain, grafik harga untuk seluruh jenis daging, telur ayam kampung, garam bata, cabai merah keriting, serta cabai merah besar justru menunjukkan tren penurunan.

Melakukan pemantauan terhadap fluktuasi harga bahan pokok setiap harinya merupakan sebuah aktivitas yang krusial bagi publik. Selain berperan dalam memandu masyarakat untuk memformulasikan rencana belanja harian, pasokan data ini juga krusial guna memproteksi stabilitas anggaran belanja keluarga agar tidak melonjak di kala situasi pergerakan harga sedang tidak menentu.

Sembako merupakan sebuah akronim dari sembilan bahan pokok. Komoditas sembako ini menjadi fondasi kebutuhan utama yang senantiasa diperlukan oleh publik secara berkala demi mencukupi kebutuhan pemenuhan gizi sekaligus menyokong operasional rumah tangga lainnya.

Sembilan ragam kebutuhan primer masyarakat tersebut meliputi lini beras, gula pasir, minyak goreng beserta mentega, daging sapi serta daging ayam, produk telur ayam, susu, komoditas bawang merah dan bawang putih, gas elpiji beserta minyak tanah, hingga garam.

Di samping kesembilan unsur bahan baku utama di atas, nominal harga untuk kebutuhan dapur yang tidak kalah krusial adalah komoditas cabai. 

Berikut merupakan susunan harga sembako paling anyar di kawasan Jawa Timur, Selasa 8 Juli 2026, yang dihimpun berdasarkan pusat data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:

Beras Premium: Rp 15.091/kg

  • Beras Medium: Rp 13.023/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.186/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.589/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.791/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.848/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.097/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 125.071/kg
  • Daging ayam ras: Rp 30.645/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 68.196/kg
  • Telur ayam ras: Rp 23.224/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.805/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.494 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.493 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.595 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.066 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.772
  • Garam halus: Rp 9.297/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 31.965/kg
  • Cabai merah besar: Rp 30.904/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 45.475/kg
  • Bawang merah: Rp 36.089/kg
  • Bawang putih: Rp 35.375/kg
  • Gas elpiji: Rp 20.155

Berdasarkan data fluktuasi sembako di Jawa Timur untuk hari ini, nilai beras premium terangkat Rp 117 atau berkisar 0,10%, kemudian komoditas beras medium merangkak naik Rp 76 atau sekitar 0,58%. 

Selanjutnya, nilai jual cabai rawit merah terekam melonjak Rp 735 atau setara 1,64%, serta nominal gas elpiji terkerek naik Rp 307 atau berada di kisaran 1,55%.

Sementara pada arah sebaliknya, daging ayam kampung merosot sebesar Rp 1.844 atau setara 2,63%, telur ayam kampung menyusut Rp 302 atau berkisar 0,66%, komoditas cabai merah keriting landai Rp 100 atau sekitar 0,31 persen, serta harga cabai merah besar tergerus Rp 253 atau setara 0,81 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Dinamika naik turunnya harga komoditas bahan pokok ini distimulasi oleh beragam aspek eksternal. Unsur tersebut bermula dari ongkos kegiatan produksi, regulasi yang dirancang pemerintah, fluktuasi nilai kurs, hingga kondisi iklim cuaca. Berikut dijabarkan beberapa aspek esensial yang menstimulasi pergerakan naik maupun turunnya angka harga sembako:

  • Apabila tingkat permintaan pasar merangkak naik namun volume penawaran terpantau stagnan atau bahkan menyusut, grafik harga dipastikan cenderung bergerak naik. Sebaliknya, bila volume penawaran melimpah melebihi angka permintaan, nilai harga pasar dapat bergerak turun.
  • Kondisi cuaca yang ekstrem, terjadinya fenomena bencana alam, ataupun dinamika pergeseran musim berpotensi mengganggu stabilitas sektor produksi pertanian. Adanya defisit pasokan yang dipicu oleh iklim buruk ini lazimnya memicu lonjakan harga barang.
  • Kebijakan seputar perdagangan impor, pemberian subsidi, instrumen pajak, serta regulasi sektoral lain yang diputuskan oleh pihak pemerintah memegang andil dalam mempengaruhi nilai harga pokok. Contoh konkretnya yakni kebijakan pembatasan keran impor ataupun penyesuaian tarif pajak.
  • Adanya eskalasi pada biaya bahan baku, sektor pupuk, bahan bakar minyak, hingga upah bagi para pekerja dapat mendongkrak total anggaran biaya produksi serta lini transportasi, yang mana hal ini bermuara pada pergeseran harga sembako.
  • Fluktuasi pada nilai tukar mata uang, terkhusus pada jenis bahan pokok yang disuplai lewat jalur impor, dapat mengintervensi nilai jual. Depresiasi pada mata uang lokal secara otomatis akan memicu harga komoditas impor menjadi lebih tinggi.
  • Kondisi inflasi yang berada pada level tinggi memiliki kecenderungan memicu lonjakan harga bahan pokok akibat adanya eskalasi ongkos pada barang dan jasa. Ditambah lagi, situasi ekonomi makro yang tidak kokoh bisa memperparah kondisi pasar.
  • Hambatan pada alur rantai distribusi layaknya problem kemacetan, aksi mogok kerja, ataupun kendala operasional logistik lainnya dapat memicu keterlambatan pengiriman armada, sehingga memangkas volume suplai dan mendorong harga bergerak naik.

Deretan aspek di atas menjadi motor pemicu harga sembako kerap bergerak fluktuatif, sehingga menuntut adanya agenda pengawasan berkala serta perumusan kebijakan yang presisi demi menjaga stabilitas pasar. Perlu dicatat pula bahwa nominal harga sembako dapat bervariasi pada masing-masing pasar. Angka-angka yang tertera di atas merupakan kalkulasi nilai rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal