Harga Telur Turun Jadi Rp21.000, Biaya Pakan Malah Melambung

Peternak Mengambil Telur Ayam Ras. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49:54 WIB

JAKARTA — Penurunan tajam harga telur ayam ras di tingkat peternak kian memperberat beban para pelaku usaha di sektor perunggasan. 

Fenomena ini telah berjalan selama kurang lebih satu bulan terakhir dan terjadi bersamaan dengan melonjaknya harga pakan.

Rizal Anshori, seorang peternak ayam petelur yang beroperasi di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa tren penurunan harga telur ayam ras terus terjadi sejak sebulan ke belakang. 

Kondisi ini dinilai membuat selisih harga jual saat ini menjadi terlampau jauh apabila disandingkan dengan harga normal di pasaran.

“Kalau ditingkat peternak koperasi Rp20.500 tapi saya gak jual segitu, jual Rp21.500, itu turun jauh sebelumnya mah telur standarnya 26 (Rp26.000), turun jadi 21 (Rp21.000) itu sudah sebulan ini,” kata Rizal, Selasa (7/7/2026).

Di kala harga komoditas telur terus merosot, Rizal harus memutar otak karena biaya produksi ikut membengkak akibat melambungnya harga pakan. 

Dirinya menjelaskan bahwa lonjakan harga pakan tersebut merupakan dampak dari melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Harga pakan ikut harga dolar, bahan bakunya dari luar semua. Sekarang Rp380.000/50kg sebelumnya Rp340.000. Naik Rp40.000 itu sudah dalam dua bulan ini,” ungkap Rizal.

Rizal membeberkan bahwa realitas perputaran pasar telur ayam ras pada bulan ini justru terasa lebih lesu jika dibandingkan dengan masa ketika pandemi Covid-19 sedang merebak di Indonesia.

“Sekarang ini harga telur murah pakan mahal, gak imbang, dulu malah Covid ga kayak gini, masih enakan zaman Covid [Penjualannya]. Ini lebih parah dari Covid,” kata Rizal.

Keadaan yang tidak jauh berbeda juga dirasakan oleh Ajat, yang merupakan seorang peternak ayam broiler di kawasan yang sama. 

Dirinya memaparkan bahwa harga jual untuk ayam hidup saat ini merosot hingga di bawah angka rata-rata setelah terus mengalami penurunan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

"Harga sekrang ayam hidup Rp17.000 ukuran 0,8 sampai sekilo, sebelumnya di antara angka 23-24 [Rp23.000 hingga Rp24.000] sudah sebulan ini,” kata Ajat.

Kemerosotan harga tersebut mengakibatkan omzet pendapatan yang ia terima menyusut drastis hingga menyentuh angka 50%, sementara di sisi lain harga pakan untuk ayam broiler justru merangkak naik dari yang semula Rp430.000 menjadi Rp460.000 untuk setiap kemasan 50 kilogram.

Reporter: Ibtihal