Beli Token Listrik Rp 100 Ribu Dapat Berapa kWh? Ini Simulasinya
JAKARTA - Biaya token listrik minggu ini, 8-12 Juli 2026, krusial untuk dipahami oleh para pengguna listrik prabayar. Konsumen sistem prabayar mesti mengisi ulang token supaya aliran listrik di kediaman mereka tidak padam.
Berbeda dengan pulsa telepon pada umumnya yang berbasis nilai nominal, token listrik bakal diubah menjadi energi listrik lewat satuan kilowatt hour (kWh).
Total kWh yang didapatkan oleh tiap konsumen prabayar bisa bervariasi sekalipun nominal pembelian tokennya sama. Variasi ini ditentukan oleh tarif listrik berdasarkan golongan daya konsumen beserta nilai Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang ditetapkan di tiap-tiap wilayah.
Lantas, berapa jumlah kWh yang diperoleh jika membeli token listrik senilai Rp 100.000 pada kurun waktu 8-12 Juli 2026?
Harga token listrik 8-12 Juli 2026
Patokan tarif listrik PLN yang kini berlaku masih merujuk pada aturan Tarif Tenaga Listrik (TTL) Triwulan III-2026. Sampai sekarang, belum terdapat perubahan tarif dasar listrik bagi konsumen non-subsidi.
Oleh karena itu, besaran harga token listrik PLN yang berjalan pada 8-12 Juli 2026 masih tidak berubah dari periode sebelumnya.
Sebagai informasi, peninjauan ulang tarif listrik non-subsidi dilaksanakan berkala tiap tiga bulan dengan menimbang sejumlah indikator ekonomi, di antaranya:
- Nilai tukar rupiah
- Inflasi
- Indonesian Crude Price (ICP)
- Harga Batubara Acuan (HBA)
Walau demikian, pihak pemerintah menetapkan tarif listrik Triwulan III-2026 tidak mengalami pergeseran demi memelihara daya beli masyarakat.
"Demi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional, Pemerintah memutuskan tarif listrik triwulan (kuartal) III tahun 2026 tetap atau tidak naik," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (30/6/2026).
Tarif listrik Juli 2026
Berdasarkan ketetapan resmi yang berjalan, tarif listrik per kWh bagi konsumen rumah tangga nonsubsidi adalah sebagai berikut:
- 900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh
- 1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
- 3.500 VA-5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh
- 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh
Memahami tarif listrik berdasarkan golongan daya sangat berguna supaya konsumen dapat mengestimasi total kWh yang bakal diperoleh ketika membeli token.
Cara menghitung kWh token listrik
Untuk mengalkulasi total kWh yang didapat, konsumen bisa menerapkan rumus berikut: (Nominal token – PPJ) ÷ tarif listrik per kWh. Perlu dipahami bahwa persentase PPJ tidak sama di setiap daerah.
Lewat contoh simulasi ini digunakan PPJ senilai 3 persen, dengan konsumen rumah tangga berdaya 1.300 VA yang membeli token seharga Rp 100.000.
- Nominal pembelian: Rp 100.000
- PPJ 3 persen: Rp 3.000
- Tarif listrik: Rp 1.444,70 per kWh
Kalkulasi: (Rp 100.000 - Rp 3.000) ÷ Rp 1.444,70 = 67,14 kWh
Lewat perhitungan tersebut, pembelian token listrik senilai Rp 100.000 setara dengan kisaran 67,14 kWh. Demikian kabar seputar harga token listrik pada periode 8-12 Juli 2026.
Konsumen prabayar dapat mengontrol sisa kWh di perangkat meteran listrik secara berkala agar tidak kehabisan daya.