Prediksi IHSG Kamis (9/7): Masih Rawan, Cek Saham AKRA, TLKM dan INKP

Ilustrasi Pergerakan indeks harga saham gabungan (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:09:48 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Kamis (9/7/2026), pasca indeks ditutup merosot 1,89 persen pada sesi perdagangan Rabu pekan ini. 

Pengamat teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan rentang tumpuan support IHSG berada pada 5.853 dan batasan resistance di 5.897 sepanjang transaksi Kamis ini.

“Kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 5.853 dan resistance 5.897,” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan penjelasannya, para pelaku pasar tengah mengawasi hasil peninjauan dari S&P Dow Jones Indices (S&P DJI). 

Sebagai informasi, S&P DJI membuka opsi untuk memberlakukan langkah-langkah khusus (special measures) terhadap emiten asal Indonesia jika keadaan pasar dipandang kian memburuk. 

Kebijakan tersebut berpotensi menjadi fase awal menuju penurunan peringkat Indonesia dari negara berkembang (Emerging Market) menjadi pasar rintisan (Frontier Market).

Para pemodal juga tengah menganalisis pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan sesi Rabu, nilai mata uang rupiah melemah 34 poin atau 0,19 persen ke angka Rp 18.014 per dollar AS.

“Investor masih mencermati rilis evaluasi S&P DJI, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang kembali menyentuh Rp 18.000,” paparnya.

Rekomendasi saham

Lantas saham emiten apa saja yang dapat diperhatikan oleh pemodal ritel pada perdagangan hari ini?

MNC Sekuritas

  • Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan estimasi harga pada rentang Rp 1.355-Rp 1.375
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan estimasi harga Rp 570-Rp 590
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada kisaran harga Rp 1.210-Rp 1.285

Kiwoom Sekuritas Indonesia 

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memandang saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bergerak menyamping (sideways) pada rentang Rp 2.450-Rp 2.550 serta berada di bawah posisi level MA10 di Rp 2.598. 

Kendati demikian, perangkat indikator MACD terpantau membentuk persilangan emas (golden cross) yang mengindikasikan adanya peluang penguatan.

Oleh karena itu, para pemodal disarankan menerapkan metode buy on break jika saham berhasil menembus level Rp 2.550. Sasaran penguatan berada di wilayah resistance Rp 2.780 atau MA50, dengan batas risiko penurunan pada level support Rp 2.390. 

Pada perdagangan Rabu, saham TLKM berakhir menguat 1,21 persen menuju posisi Rp 2.510 per saham disandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

  • Rekomendasi: Buy on Break
  • Support: Rp 2.390
  • Resistance: Rp 2.780

BCA Sekuritas 

Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, menilai pergerakan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) memunculkan pola black body candle dengan indikator RSI yang menunjukkan pelemahan serta penurunan volume transaksi perdagangan.

 Walau begitu, saham ini dinilai masih layak diperhatikan untuk strategi buy on weakness sepanjang mampu bertahan pada kisaran Rp 6.900-Rp 7.000. 

Pada transaksi Rabu, saham INKP berakhir melemah 4,71 persen menuju posisi Rp 7.075 per saham jika disandingkan dengan hari sebelumnya.

  • Rekomendasi: Buy on Weakness
  • Support: Rp 6.800
  • Resistance: Rp 7.650

Kanaka Hita Solvera 

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora, memandang saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah menembus garis batas atas (breakout trendline) serta melampaui level Rp 1.315. 

Pergerakan tren tersebut turut membentuk pola cup and handle yang membuka kesempatan peningkatan performa mengarah ke level Rp 1.425. 

Pada transaksi Rabu, saham AKRA berakhir menguat 1,93 persen menuju posisi Rp 1.320 per saham disandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 1.280
  • Resistance: Rp 1.370

Disclaimer: Artikel ini tidak ditujukan untuk membujuk aktivitas membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemodal. Pastikan melakukan analisis mandiri sebelum menetapkan opsi pilihan.

Reporter: Ibtihal