Rusia Obral Emas Besar-besaran demi Tutup Defisit Anggaran Negara

Ilustrasi Emas. (Foto: Treasury)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:09:48 WIB

JAKARTA - Bank Sentral Rusia (CBR) mengumumkan adanya penyusutan pada cadangan emas mereka di akhir Juni 2026. CBR melaporkan nilai cadangan emasnya merosot ke angka US$ 298,99 miliar pada periode tersebut.

Melansir Kitco News, Kamis (9/7/2026), tren negatif ini menegaskan penurunan cadangan emas resmi Bank Sentral Rusia yang terjadi selama enam bulan berturut-turut dengan skala yang sangat masif.

Pada April 2026, CBR memaparkan bahwa reduksi cadangan emas Rusia menembus rekor penurunan paling tajam dalam kurun waktu seperempat abad.

Penyusutan aset cadangan ini pun berimbas langsung pada keseluruhan neraca bank sentral. Total aset cadangan resmi komparatif milik CBR terkoreksi ke angka US$ 720,4 miiliar di akhir Juni, menyusut dari posisi Mei 2026 yang sebesar US$ 747,4 miliar.

Di sisi lain, cadangan devisa Rusia terpantau stagnan pada periode yang sama, yakni di level US$ 392,4 miliar per akhir Juni, berbanding tipis dengan US$ 392,3 miliar pada Mei 2026.

Jika ditarik ke belakang pada 1 Mei 2026, Bank Sentral Rusia (CBR) mengantongi 73,9 juta ons emas batangan di dalam cadangan internasionalnya. 

Hanya dalam waktu satu bulan, simpanan emas tersebut tergerus 200.000 ons, memicu total penurunan dari awal tahun 2026 mencapai 900.000 ons. Fenomena ini menyeret total cadangan emas CBR ke titik nadir sejak Maret 2022.

Berdasarkan data World Gold Council, jika dihitung secara metrik, cadangan emas CBR terpangkas hingga 27,9 ton sepanjang Januari sampai April 2026, yang memecahkan rekor kemerosotan paling dalam sejak tahun 2002.

Padahal secara historis, Bank Sentral Rusia dikenal sebagai kolektor emas. CBR biasanya memborong ratusan ton emas tiap tahunnya, dan tidak pernah melego lebih dari 100.000 ons atau setara 3,1 ton emas batangan dalam satu bulan. Pengecualian tunggal hanya terjadi pada Juli 2005, saat neraca bank melepas 7,7 ton emas.

“Yang terpenting, ini untuk menutupi defisit anggaran, yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret,” kata analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova.

“Tanpa kompensasi sebagian dari Bank Sentral di tengah pendapatan minyak dan gas yang moderat di awal tahun, angka ini bisa melampaui 5 triliun rubel. Selain itu, penjualan emas mungkin bertujuan untuk membangun cadangan devisa, karena kekurangan akibat pendapatan ekspor yang lemah di awal tahun. Emas tersebut ditukar dengan yuan.” ungkapnya.

Sementara itu, ketertarikan pasar domestik terhadap emas di Rusia justru melonjak tajam di kala perekonomian negara tersebut terseok-seok memasuki tahun kelima konflik dengan Ukraina. 

Berdasarkan data Bursa Efek Moskow, volume transaksi emas pada Juni 2026 melesat di atas 350% jika disandingkan dengan Maret 2025, dengan total 42,6 ton – terbagi atas 28,6 ton transaksi swap dan 14 ton transaksi spot.

Menurut analisis Nikolai Dudchenko dari Finam, cadangan emas Rusia mayoritas dikumpulkan pada rentang tahun 2002 hingga 2025. 

Pada masa itu, Rusia memborong lebih dari 1.900 ton emas, dengan rincian sedikit di atas 500 ton pada tahun 2008-2012, serta 1.200 ton pada periode 2014-2019.

“Saat ini, sejumlah bank sentral terus menjual emas karena kebutuhan untuk menutupi pengeluaran, termasuk biaya pertahanan,” kata Dudchenko, menambahkan bahwa penjualan tersebut juga dlakukan untuk menutupi kenaikan harga energi dan untuk mendukung nilai tukar mata uang nasional.

Kendati aksi obral tersebut terus berjalan, nilai total cadangan emas Rusia sempat terdongkrak 23% pada bulan Januari 2026 menjadi US$ 402,7 miiliar karena terdorong oleh harga emas global yang meroket ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Reporter: Ibtihal