Target Dividen BUMN 2025 Tetap Aman Meski Ada Efisiensi Anggaran

Jumat, 14 Februari 2025 | 17:15:40 WIB
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa target capaian dividen BUMN tetap aman meskipun pemerintah melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi APBN dan APBD. Erick menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengganggu target dividen yang telah ditetapkan untuk 2025.

Erick Thohir menyatakan bahwa target dividen BUMN sebesar Rp 90 triliun pada 2025 masih berada dalam jalur yang aman. Bahkan, target dividen 2024 yang juga sebesar Rp 90 triliun telah dialokasikan sebesar Rp 20,5 triliun kepada negara pada awal tahun 2025.

Meski kebijakan efisiensi diberlakukan, Erick memastikan bahwa BUMN tetap dalam kondisi stabil untuk terus berkontribusi bagi negara.

“Kita tetap optimistis meski ada efisiensi anggaran. Karena kalau kita lihat data-data yang progres sampai hari ini, kita masih berjalan baik,” ujar Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Kontribusi Dividen dari Kinerja BUMN 2023

Erick mengungkapkan bahwa dividen dari kinerja BUMN pada 2023, yang ditargetkan sebesar Rp 85 triliun, telah masuk ke kas negara pada 7 November 2024. Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan DPR RI serta penerapan efisiensi dan Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan BUMN.

“Kalau kita lihat efisiensi dan GCG yang kita sudah lakukan lima tahun terakhir, saya ingin berterima kasih atas dukungan Komisi VI, khususnya untuk dividen yang target Rp 85 triliun itu sudah masuk ke kas negara pada 7 November 2024. Ini hasil kinerja pada 2023,” jelas Erick.

Dukungan DPR RI untuk Target Dividen BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI, Ismail Bachtiar, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi hambatan bagi Kementerian BUMN dalam mencapai target dividen. Ia berharap Kementerian BUMN tetap menjaga dan mendorong kinerja perusahaan pelat merah agar tetap optimal.

“Kami berharap efisiensi anggaran tidak menurunkan semangat Kementerian BUMN dalam mencapai target dividen BUMN. Kami bangga dengan Menteri BUMN, Pak Erick,” kata Ismail.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR, Nasim Khan, turut memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Erick di Kementerian BUMN. Ia menilai bahwa Erick telah berhasil membangun tata kelola perusahaan BUMN yang baik melalui penerapan prinsip GCG.

“Pak Erick sudah berhasil menciptakan sejarah good corporate governance dalam BUMN yang berAkhlak. InsyaAllah, semoga holding dan subholding juga mampu menerapkan core values, Akhlak,” ungkapnya.

Dengan berbagai upaya efisiensi dan peningkatan tata kelola perusahaan, BUMN diharapkan tetap menjadi pilar ekonomi nasional dan memberikan kontribusi besar bagi negara. Target dividen Rp 90 triliun pada 2025 diyakini dapat tercapai dengan optimal.

(kkz/kkz)

Terkini