Jumat, 27 Maret 2026

Perpanjangan Larangan Ekspor Bawang Merah, India Membuat Eksportir Meradang

Perpanjangan Larangan Ekspor Bawang Merah,  India Membuat Eksportir Meradang

JAKARTA -  India telah memutuskan untuk memperpanjang larangan ekspor bawang merah tanpa menetapkan tenggat waktu pasti. Awalnya, larangan ini diberlakukan sejak Desember 2023 dengan rencana berakhir pada 31 Maret 2024. Namun, pemerintah India kembali memperpanjang larangan tersebut, yang dipandang sebagai langkah politis menjelang pemilihan umum. Langkah ini diprediksi akan menyebabkan lonjakan harga bawang merah di pasar global. Para eksportir bawang merah di India telah bersiap-siap untuk kembali menjual produk mereka ke luar negeri karena harga lokal telah mengalami penurunan signifikan sejak pembatasan ekspor diberlakukan. Meskipun stok bawang merah melimpah karena larangan ekspor, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan kebijakan tersebut tanpa memberikan penjelasan yang jelas. Kebijakan ini mengejutkan para eksportir, yang menganggap bahwa perpanjangan larangan tidaklah diperlukan mengingat penurunan harga dan peningkatan pasokan dari panen musim baru. Negara-negara seperti Bangladesh, Malaysia, Nepal, dan Uni Emirat Arab, yang mengimpor bawang merah dari India, akan terkena dampak harga yang tinggi akibat kebijakan ini. Para eksekutif di perusahaan ekspor Mumbai menyatakan bahwa langkah India memberikan kesempatan bagi pesaingnya untuk meningkatkan harga, karena pembeli tidak memiliki alternatif lain. India, yang memiliki waktu pengiriman lebih cepat daripada pesaingnya seperti China atau Mesir, mendominasi lebih dari separuh impor bawang merah oleh negara-negara Asia. Pada tahun keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2023, India mencatat rekor ekspor bawang bombay sebesar 2,5 juta metrik ton.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026