Drama Menit Akhir di Bernabeu Eksekusi Penalti Kylian Mbappe Tumbangkan Rayo Vallecano

EK
Senin, 02 Februari 2026
Drama Menit Akhir di Bernabeu Eksekusi Penalti Kylian Mbappe Tumbangkan Rayo Vallecano
Drama Menit Akhir di Bernabeu Eksekusi Penalti Kylian Mbappe Tumbangkan Rayo Vallecano

JAKARTA - Stadion Santiago Bernabeu kembali menjadi saksi bisu keajaiban menit-menit akhir yang sudah menjadi DNA Real Madrid. Dalam lanjutan La Liga musim 2025/2026 yang berlangsung Minggu (1/2) malam, Los Blancos dipaksa memeras keringat hingga detik penghabisan sebelum akhirnya mengunci kemenangan tipis 2-1 atas tamunya, Rayo Vallecano. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan pernyataan mentalitas juara di bawah arahan Alvaro Arbeloa.

Laga ini sedari awal sudah menjanjikan tensi tinggi. Real Madrid, yang tampil di depan pendukung sendiri, langsung menekan sejak menit pertama. Namun, publik tuan rumah sempat dibuat terdiam bukan karena gol lawan, melainkan pemandangan mengkhawatirkan di tengah lapangan.

Tumbal Kemenangan: Cedera Dini Jude Bellingham

Pertandingan baru berjalan sepuluh menit ketika petaka menghampiri kubu Madrid. Jude Bellingham, motor serangan andalan asal Inggris, tertatih-tatih sambil memegangi paha bagian belakangnya. Tanpa menunggu lama, Arbeloa memutuskan untuk menarik keluar sang gelandang demi mencegah cedera yang lebih parah. Brahim Diaz pun masuk menggantikan peran Bellingham di lini tengah.

Keluarnya Bellingham sempat menimbulkan kekhawatiran akan kreativitas serangan Madrid. Namun, Brahim Diaz yang masuk sebagai pemain pengganti justru membuktikan dirinya mampu menjadi pembeda. Kehilangan Bellingham memang menjadi pukulan telak, namun efektivitas serangan Madrid tetap terjaga berkat koordinasi yang apik antara lini tengah dan depan.

Sentuhan Magis Vinicius Junior di Babak Pertama

Hanya lima menit setelah Bellingham meninggalkan lapangan, atau tepatnya pada menit ke-15, Santiago Bernabeu meledak dalam kegembiraan. Berawal dari visi cerdas Brahim Diaz yang melepaskan asis presisi, Vinicius Junior berhasil lolos dari kawalan pemain bertahan Rayo.

Bintang asal Brasil itu menunjukkan kelasnya dengan melepaskan tembakan melengkung dari sisi kiri kotak penalti. Bola meluncur deras menuju sudut atas gawang tanpa bisa dijangkau oleh kiper Rayo, Augusto Batalla. Gol ini seolah memberikan sinyal bahwa Madrid akan mendominasi laga dengan mudah. Hingga peluit turun minum dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Kejutan De Frutos dan Hujan Kartu di Lapangan

Memasuki babak kedua, Rayo Vallecano yang diasuh dengan strategi disiplin memberikan respon instan. Baru empat menit babak kedua berjalan (menit ke-49), Jorge de Frutos berhasil membungkam tribun tuan rumah. Melalui skema serangan balik cepat, Alvaro Garcia mengirimkan sundulan terarah kepada De Frutos yang berdiri tanpa kawalan di jantung pertahanan Madrid. Skor berubah menjadi imbang 1-1.

Pertandingan kemudian berubah menjadi medan tempur fisik yang sengit. Ketegangan antar pemain seringkali memicu konfrontasi yang memaksa wasit bekerja ekstra keras. Tercatat, sebanyak 9 kartu kuning keluar dari saku wasit, di mana 7 di antaranya diberikan kepada para pemain Rayo Vallecano yang bermain sangat agresif untuk meredam serangan Madrid.

Dominasi Madrid semakin terlihat ketika Rayo harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-80. Pathe Ciss menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras yang membahayakan Dani Ceballos. Meski unggul jumlah pemain, Madrid sempat frustrasi. Peluang emas Kylian Mbappe pada menit ke-68 pun hanya berakhir dengan dentuman bola yang membentur tiang gawang.

Eksekusi Dingin Mbappe dan Kekacauan Akhir Pertandingan

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, drama sesungguhnya terjadi pada masa injury time. Pada menit ke-90+8, pergerakan lincah Brahim Diaz di area terlarang terpaksa dihentikan secara ilegal oleh Nobel Mendy. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Kylian Mbappe maju sebagai algojo di bawah tekanan ribuan mata. Dengan ketenangan luar biasa, Mbappe melepaskan tendangan kaki kanan ke pojok kiri bawah gawang Batalla pada menit ke-90+10. Gol! Bernabeu bergemuruh menyambut kemenangan yang sudah di depan mata.

Penderitaan Rayo Vallecano belum berakhir di situ. Menjelang peluit panjang, tepatnya menit ke-90+13, Pep Chavarria menyusul Pathe Ciss ke ruang ganti setelah menerima kartu merah kedua untuk tim tamu. Rayo pun menyudahi pertandingan dengan hanya diperkuat 9 pemain di lapangan.

Penjelasan Arbeloa Terkait Kondisi Fisik Skuad Madrid

Usai laga yang melelahkan tersebut, Alvaro Arbeloa memberikan tanggapannya, terutama mengenai kondisi Jude Bellingham yang memicu tanda tanya besar bagi para penggemar.

“Jude Bellingham? Kami belum mengetahui apa pun untuk saat ini,” ujar Arbeloa sebagaimana dikutip dari laman Madrid Universal. Sang pelatih tampak tidak ingin berspekulasi lebih jauh sebelum tim medis melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap cedera hamstring pemainnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya memaksakan Bellingham bermain meski sedang tidak fit. Arbeloa menegaskan bahwa sebelum laga dimulai, sang pemain dalam kondisi sangat baik. “Jude berada dalam kondisi yang prima untuk bermain,” tambah Arbeloa dengan tegas.

Kemenangan dramatis ini sangat berarti bagi posisi Madrid di tabel klasemen. Kini, mereka hanya terpaut satu poin saja dari rival abadi mereka, Barcelona, yang masih memuncaki klasemen. Di sisi lain, kekalahan ini membuat Rayo Vallecano terpuruk di posisi ke-17, semakin dekat dengan zona degradasi yang mengancam eksistensi mereka di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua