Harga Emas Perhiasan Kota Palembang Turun Drastis Menjadi Rp15,6 Juta Per Suku
JAKARTA - Dinamika pasar logam mulia di Kota Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan pergerakan yang mengejutkan pada awal pekan ini. Setelah sempat meroket tajam hingga menyentuh angka fantastis Rp18 juta per suku (6,7 gram) pada 29 Januari 2025 lalu, harga emas perhiasan kini terpantau "tumbang" ke level Rp15,6 juta per suku pada Senin (2/2/2026). Penurunan signifikan ini menjadi sorotan utama bagi masyarakat Bumi Sriwijaya, mengingat emas merupakan instrumen investasi sekaligus simpanan utama warga setempat.
Koreksi harga yang cukup dalam ini terjadi seiring dengan merosotnya nilai emas di pasar global. Fenomena ini memicu perubahan perilaku konsumen secara drastis di sejumlah pusat perdagangan emas di Palembang. Sebagian warga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi jual guna mengamankan keuntungan, sementara sebagian lainnya mulai melirik peluang untuk membeli kembali di harga yang lebih rendah.
Analisis Penyebab Merosotnya Harga Emas Dunia dan Dampaknya Secara Lokal
Tumbangnya harga emas di tingkat lokal tidak lepas dari tekanan hebat yang dialami emas dunia di pasar spot. Pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang, Ko Awei, mengungkapkan bahwa reli panjang harga emas dan perak yang sempat mencetak rekor-rekor baru pada pekan lalu akhirnya harus terhenti. Ia memproyeksikan bahwa tekanan terhadap harga emas masih akan terus berlanjut sepanjang pekan ini.
"Pada perdagangan hari ini hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 2,90 persen di posisi 4.723,45 per troy ons per dolar AS," terang Ko Awei pada Senin. Penurunan ini menyambung tren negatif yang terjadi pada perdagangan sebelumnya, Jumat (30/1), di mana emas dunia sempat anjlok 9,83 persen ke level 4.864,35 per troy ons per dolar AS. Bahkan, dalam perdagangan intraday, harga sempat menyentuh titik terendah di level 4.680,53 per troy ons per dolar AS.
Catatan Sejarah Penurunan Terbesar Logam Mulia Dalam Empat Dekade Terakhir
Kondisi pasar emas saat ini disebut-sebut sebagai salah satu momen paling volatil dalam sejarah perdagangan logam mulia global. Berdasarkan data LSEG, penurunan yang terjadi pada hari Jumat kemarin mencatatkan sejarah kelam sebagai koreksi harian terbesar sejak Februari 1983. Penurunan sebesar 12,09 persen dalam satu hari tersebut hampir menyamai rekor yang terjadi 43 tahun silam.
Ketidakstabilan ini terlihat jelas ketika harga emas sempat menyentuh level 5.450 per dolar AS sebelum akhirnya "dibanting" ke posisi terendahnya di 4.695,23 per dolar AS sekitar pukul 02.30 WIB.
Koreksi tajam ini dinilai wajar oleh para analis mengingat kenaikan harga emas sepanjang bulan Januari sudah terlampau cepat, yakni menguat lebih dari 13 persen dan mencatat kenaikan bulanan keenam secara berturut-turut. Euphoria pasar yang berlebihan inilah yang akhirnya memicu aksi ambil untung besar-besaran secara global.
Pergeseran Tren Transaksi Masyarakat Palembang Antara Menjual dan Membeli Emas
Anjloknya harga emas perhiasan di Palembang memberikan dampak langsung pada volume transaksi di toko-toko emas. Ko Awei mengamati adanya pergeseran minat masyarakat dalam bertransaksi. Saat ini, perbandingan antara warga yang menjual kembali koleksi emasnya dengan warga yang membeli baru berada di angka 60 persen berbanding 40 persen.
"Tren saat ini 60 persen warga pilih jual dan 40 persen trennya beli," ungkap Ko Awei. Tingginya angka penjualan kembali ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat Palembang memilih untuk merealisasikan keuntungan mereka sebelum harga turun lebih jauh. Di sisi lain, 40 persen warga yang memilih untuk membeli kemungkinan besar adalah investor yang melihat penurunan ini sebagai kesempatan "serok bawah" untuk mengumpulkan aset di harga yang relatif lebih terjangkau.
Variasi Harga Perhiasan di Pasar Tradisional Palembang Tergantung Kadar Emas
Meskipun harga acuan per suku saat ini berada di kisaran Rp15,6 juta, realitas di lapangan menunjukkan adanya variasi harga yang bergantung pada kebijakan masing-masing toko dan kualitas emas itu sendiri. Noni, salah satu pedagang emas yang beroperasi di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, menjelaskan bahwa penetapan harga akhir di tingkat pengecer tetap dipengaruhi oleh kadar emas perhiasan yang ditawarkan kepada konsumen.
Menurut Noni, setiap toko emas biasanya memiliki standar harga yang sedikit berbeda. Namun, ia mengonfirmasi bahwa secara umum harga emas perhiasan di Palembang saat ini memang sedang berada dalam tren menurun dan berkisar di angka Rp15 jutaan per suku. Penurunan harga ini diharapkan dapat menyeimbangkan kembali ekosistem perdagangan emas di Palembang setelah sempat mengalami periode harga yang terlalu tinggi (overvalued) pada akhir Januari lalu.