DPRD Lombok Timur Desak BRI Kembalikan Sisa Dana Kesalahan Double Transfer

EK
Rabu, 04 Februari 2026
DPRD Lombok Timur Desak BRI Kembalikan Sisa Dana Kesalahan Double Transfer
DPRD Lombok Timur Desak BRI Kembalikan Sisa Dana Kesalahan Double Transfer

JAKARTA - Lembaga legislatif Kabupaten Lombok Timur kini tengah menyoroti tajam insiden teknis yang melibatkan salah satu perbankan plat merah terbesar di wilayah tersebut. Polemik mengenai sisa dana akibat kesalahan transfer ganda atau double transfer oleh pihak BRI terhadap rekening Pemerintah Daerah kini memasuki babak baru. 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur secara resmi melayangkan desakan keras agar pihak perbankan segera menuntaskan pengembalian sisa dana yang masih tertahan.

Persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi perbankan biasa, melainkan menyangkut akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. 

Dewan menilai bahwa ketidakjelasan status sisa dana tersebut dapat menghambat pencatatan laporan keuangan daerah yang transparan. Oleh karena itu, fungsi pengawasan DPRD dijalankan guna memastikan hak-hak keuangan pemerintah daerah kembali sebagaimana mestinya tanpa ada yang terabaikan.

Ketegasan Legislatif Dalam Mengawal Aset Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur

Fokus utama dari desakan ini adalah transparansi dan kecepatan respons dari pihak perbankan. Para anggota dewan menekankan bahwa setiap rupiah yang ada dalam sistem keuangan daerah harus dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya. 

Munculnya insiden double transfer ini dianggap sebagai kelalaian sistematis yang seharusnya bisa segera diselesaikan dalam waktu singkat jika koordinasi antar-lembaga berjalan dengan optimal.

Pihak DPRD meminta penjelasan rinci mengenai rincian sisa dana yang belum dikembalikan serta kendala apa yang sebenarnya menghambat proses tersebut. Legislatif tidak ingin isu ini berlarut-larut sehingga menimbulkan opini publik yang negatif terhadap kredibilitas sistem perbankan yang menjadi mitra pemerintah daerah. 

Penegasan ini dikomunikasikan sebagai langkah perlindungan terhadap aset daerah agar tidak terjadi kerugian di masa mendatang akibat sisa dana yang "menggantung" di sistem perbankan.

Kronologi Dan Dampak Kesalahan Teknis Transfer Ganda Terhadap Anggaran

Insiden double transfer ini bermula dari kesalahan teknis pada sistem distribusi dana yang dilakukan oleh BRI. Dana yang seharusnya dikirim dalam jumlah tertentu justru terkirim dua kali ke rekening tujuan pemerintah daerah. 

Meski sebagian besar dana tersebut telah berhasil ditarik kembali atau dikompensasikan, namun nyatanya masih terdapat sisa saldo yang belum terselesaikan proses pengembaliannya ke kas yang seharusnya.

Dampaknya terasa pada sinkronisasi data keuangan antara pihak bank dan laporan neraca daerah. Adanya dana yang belum kembali menyebabkan selisih angka yang cukup signifikan dalam pembukuan. DPRD Lombok Timur menggarisbawahi bahwa efektivitas penggunaan anggaran sangat bergantung pada keakuratan data sisa lebih atau kurangnya kas. 

Jika sisa dana double transfer ini tidak segera dikembalikan ke posisi semula, maka audit keuangan daerah berpotensi mengalami kendala administratif yang tidak perlu.

Urgensi Profesionalisme Perbankan Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah Lombok

Sebagai lembaga yang dipercaya mengelola dana publik dan pemerintah, profesionalisme perbankan menjadi harga mati. DPRD Lombok Timur mengingatkan bahwa kemitraan strategis antara pemerintah kabupaten dan BRI harus didasarkan pada tingkat ketelitian yang tinggi. 

Kesalahan teknis seperti transfer ganda adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sistem perbankan modern, sehingga penyelesaiannya pun harus dilakukan dengan standar perbankan yang luar biasa cepat.

Pihak dewan mendorong adanya evaluasi terhadap sistem teknologi informasi dan prosedur operasional standar (SOP) perbankan dalam menangani transaksi pemerintah daerah. 

Legislatif berharap pihak bank menunjukkan itikad baik dengan memberikan lini waktu ( timeline ) yang pasti mengenai kapan seluruh sisa dana tersebut akan tuntas dikembalikan. Kepastian ini sangat ditunggu untuk menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama ini agar tetap didasarkan pada rasa saling percaya dan tanggung jawab profesional.

Langkah Lanjutan DPRD Untuk Memastikan Transparansi Pengembalian Sisa Dana

DPRD Lombok Timur menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga sisa dana tersebut kembali sepenuhnya. 

Jika dalam waktu dekat belum ada progres signifikan, pihak legislatif berencana untuk memanggil jajaran manajemen perbankan terkait dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP). Hal ini dilakukan guna mendapatkan keterangan resmi di bawah sumpah dan memastikan tidak ada kerugian materiil bagi daerah.

Desakan ini merupakan bentuk pembelaan terhadap kepentingan rakyat Lombok Timur, mengingat dana tersebut merupakan bagian dari instrumen pembangunan daerah. 

Pengawasan yang ketat dari DPRD diharapkan menjadi katalisator bagi pihak perbankan untuk segera membenahi kekeliruan sistemik yang terjadi. Transparansi dan integritas dalam penyelesaian masalah double transfer ini akan menjadi tolok ukur kualitas kemitraan antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah di masa depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua