Fenomena Ibadah Salat Tarawih 3 Jam Nonstop di Cirebon Dengan Bacaan Tiga Juz Al-Quran

EK
Kamis, 26 Februari 2026
Fenomena Ibadah Salat Tarawih 3 Jam Nonstop di Cirebon Dengan Bacaan Tiga Juz Al-Quran
Fenomena Ibadah Salat Tarawih 3 Jam Nonstop di Cirebon Dengan Bacaan Tiga Juz Al-Quran

JAKARTA - Pelaksanaan ibadah salat Tarawih di sebuah musala di Cirebon, Jawa Barat, mencuri perhatian publik karena durasinya yang tergolong sangat panjang yakni mencapai tiga jam. Ritual ibadah malam yang khusyuk ini dipimpin oleh lima orang imam secara bergantian untuk menyelesaikan bacaan tiga juz Al-Quran dalam satu malam saja. Fenomena religius ini memberikan warna tersendiri bagi semarak Ramadan di wilayah tersebut dengan menonjolkan kekuatan spiritualitas yang luar biasa dari para jemaahnya.

Meskipun memakan waktu yang cukup lama, semangat para jemaah untuk mengikuti rangkaian salat sunah ini tidak surut sedikit pun dari awal hingga akhir. Tradisi unik ini menunjukkan bahwa kerinduan akan lantunan ayat suci Al-Quran yang panjang masih menjadi daya tarik utama bagi umat Muslim di sana. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan khataman Al-Quran dalam sepuluh malam pertama bulan suci Ramadan dengan penuh ketenangan.

Keteguhan Spiritual Jemaah Lansia Dalam Menjalankan Ibadah Tarawih Durasi Panjang

Hal yang paling mengagumkan dari pelaksanaan salat Tarawih di Musala Al-Ikhlas ini adalah komposisi jemaahnya yang didominasi oleh kaum lanjut usia atau lansia. Walaupun secara fisik mereka sudah tidak muda lagi, para lansia ini tetap tegak berdiri mengikuti setiap rakaat dengan penuh kesabaran selama tiga jam. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa faktor usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta secara maksimal.

Keteguhan fisik para jemaah lansia ini seringkali membuat takjub masyarakat muda yang datang untuk melihat atau ikut serta dalam salat tersebut. Mereka nampak sangat menikmati setiap lantunan ayat suci yang dibacakan oleh para imam meskipun harus berdiri dalam waktu yang cukup lama. Suasana syahdu yang tercipta di dalam musala tersebut seolah memberikan energi tambahan bagi mereka untuk tetap bertahan hingga doa penutup dibacakan.

Manajemen Imam Bergantian Demi Menjaga Kualitas Bacaan Al-Quran Selama Salat

Untuk menjaga kualitas suara dan kefasihan bacaan selama tiga jam penuh, pihak pengelola musala menugaskan lima orang imam yang berbeda secara bergantian. Strategi ini dilakukan agar setiap juz yang dibacakan tetap terjaga tajwid dan keindahannya sehingga jemaah bisa menyimak dengan lebih saksama. Setiap imam memiliki tanggung jawab untuk memimpin sejumlah rakaat tertentu sebelum akhirnya digantikan oleh rekan imam lainnya yang telah bersiap.

Pembagian tugas di antara lima imam ini juga bertujuan untuk memberikan waktu istirahat sejenak bagi mereka agar tetap fokus dalam memimpin jemaah. Kolaborasi para imam ini menciptakan harmoni suara yang silih berganti namun tetap dalam satu ritme ibadah yang teratur dan rapi. Dengan cara ini, target pembacaan tiga juz Al-Quran per malam dapat tercapai dengan sempurna tanpa mengurangi kekhusyukan salat sedikit pun.

Target Khatam Al-Quran Dalam Sepuluh Hari Pertama di Bulan Ramadan

Pelaksanaan salat Tarawih dengan durasi yang sangat lama ini memiliki target yang spesifik yakni menyelesaikan 30 juz Al-Quran dalam waktu sepuluh hari. Dengan rata-rata tiga juz per malam, para jemaah dapat merasakan pengalaman khataman yang lebih intensif dibandingkan dengan tempat ibadah pada umumnya. Pola ibadah seperti ini memang sengaja didesain untuk mereka yang ingin menghabiskan waktu malam Ramadan dengan lebih banyak berinteraksi bersama Al-Quran.

Banyak jemaah yang mengaku merasa lebih puas secara batiniah setelah mengikuti rangkaian salat yang panjang dan penuh dengan tadabur ayat-ayat suci. Tradisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi ciri khas yang melekat kuat pada identitas Musala Al-Ikhlas di Cirebon tersebut. Keberhasilan mencapai target khatam dalam sepuluh hari pertama menjadi motivasi tersendiri bagi warga sekitar untuk terus istikamah dalam beribadah.

Daya Tarik Wisata Religi Bagi Masyarakat di Luar Wilayah Cirebon

Keunikan salat Tarawih tiga jam ini ternyata tidak hanya menarik minat warga lokal, tetapi juga masyarakat dari luar kota yang ingin merasakan sensasi berbeda. Banyak pendatang yang sengaja berkunjung ke Cirebon hanya untuk merasakan pengalaman salat dengan bacaan Al-Quran yang sangat panjang dan mendalam. Fenomena ini secara tidak langsung menjadikan musala tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi yang cukup populer selama bulan suci.

Masyarakat yang datang dari jauh seringkali merasa terinspirasi setelah melihat ketulusan para jemaah lansia dalam menjalankan ibadah yang cukup menguras tenaga tersebut. Mereka membawa pulang cerita tentang kekompakan imam dan kesabaran jemaah yang menjadi teladan baik bagi umat Muslim lainnya di berbagai daerah. Pengalaman spiritual yang didapatkan di musala ini dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk mengisi waktu di malam-malam penuh kemuliaan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua