Jumat, 27 Maret 2026

Harga Kripto Berbalik Melemah Bitcoin Ethereum Solana Terkoreksi Investor Ritel Dominan

Harga Kripto Berbalik Melemah Bitcoin Ethereum Solana Terkoreksi Investor Ritel Dominan
Harga Kripto Berbalik Melemah Bitcoin Ethereum Solana Terkoreksi Investor Ritel Dominan

JAKARTA - Pergerakan pasar kripto kembali menunjukkan dinamika tajam sepanjang perdagangan Kamis. 

Setelah sempat menguat pada sesi pagi, harga aset digital utama berbalik turun pada sore hari. Volatilitas ini mencerminkan sentimen pasar yang masih rapuh dan bergantung pada respons cepat pelaku pasar. Investor terlihat lebih aktif melakukan transaksi jangka pendek dibandingkan akumulasi jangka panjang. 

Perubahan arah harga dalam satu hari menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi. Pergerakan yang cepat membuat trader memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan arus dana institusional yang terbatas turut memengaruhi sentimen. Kondisi ini membuat peran investor ritel semakin dominan dalam membentuk pergerakan harga.

Baca Juga

Transaksi Digital Perbankan Tumbuh Pesat Dorong Fee Income Bank

Harga kripto sempat mencapai puncak pagi hari

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga kripto sempat mencatat level tertinggi pada pagi hari. Bitcoin mencapai puncaknya di US$ 71.354 pada pukul 05.45 WIB. Pergerakan ini menunjukkan minat beli yang cukup kuat di awal sesi.

Selain itu, Ethereum menyentuh US$ 2.175 pada pukul 06.10 WIB. Sementara Solana berada di level US$ 91,88 pada pukul 07.40 WIB. Kenaikan ketiga aset tersebut sempat memunculkan optimisme pasar.

Penguatan pada sesi pagi didorong sentimen positif global. Investor merespons potensi meredanya ketegangan geopolitik. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama karena pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung.

Harga berbalik turun pada sesi sore

Memasuki sore hari, pergerakan harga kripto berubah arah. Pada pukul 17.45 WIB, Bitcoin terkoreksi 2,78 persen ke level US$ 69.485. Penurunan ini menunjukkan tekanan jual mulai mendominasi.

Koreksi lebih dalam terjadi pada Ethereum yang melemah 4,98 persen menjadi US$ 2.077. Sementara Solana turun 5,04 persen ke posisi US$ 87,81. Ketiga aset digital tersebut juga tercatat mengalami koreksi dalam pergerakan sepekan.

Perubahan arah harga dalam satu hari memperlihatkan tingginya volatilitas. Investor jangka pendek memanfaatkan kenaikan pagi untuk merealisasikan keuntungan. Akibatnya, tekanan jual meningkat pada sesi berikutnya.

Peran investor ritel dominan dalam pergerakan

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menilai kenaikan harga harian saat ini tidak didominasi investor institusional. Menurutnya, pergerakan lebih banyak dipicu oleh reaksi jangka pendek investor ritel dan trader spekulatif.

Ia menyebut data on-chain menunjukkan aktivitas whale relatif rendah. Transaksi besar di atas US$1 juta tidak menunjukkan adanya akumulasi signifikan. Kondisi tersebut menandakan pelaku pasar besar belum masuk secara agresif.

Fyqieh juga menambahkan indikator seperti Accumulation Trend Score mendekati nol. Hal ini mengindikasikan investor cenderung melakukan distribusi atau wait and see. Artinya, kenaikan harga lebih dipicu sentimen sementara dibandingkan akumulasi kuat.

Sentimen geopolitik memicu volatilitas

Kondisi pasar saat ini menunjukkan kenaikan harga bersifat sentiment-driven. Optimisme terkait potensi perdamaian geopolitik menjadi pemicu utama penguatan sementara. Investor ritel biasanya lebih responsif terhadap berita seperti ini.

Trader jangka pendek cenderung bereaksi cepat terhadap perkembangan global. Akibatnya, pergerakan harga menjadi lebih fluktuatif. Ketika sentimen mereda, tekanan jual kembali muncul.

Dominasi investor ritel membuat pasar bergerak cepat dalam waktu singkat. Tanpa dukungan akumulasi institusional, penguatan sulit bertahan. Hal ini menjelaskan mengapa harga berbalik turun pada sesi sore.

Peran institusi tetap penting menjaga pasar

Sementara itu, Vice President Indodax, Antony Kusuma melihat pergerakan pasar merupakan kombinasi investor ritel dan institusional. Menurutnya, data global menunjukkan aliran dana mulai kembali masuk ke pasar.

Setelah sebelumnya terjadi outflow sebesar US$ 52,11 juta, kini mulai terlihat inflow. Pada awal pekan, inflow bersih ke Spot ETF Bitcoin tercatat mencapai US$ 167,23 juta. Arus dana ini memberikan likuiditas tambahan.

Antony menjelaskan akumulasi bertahap oleh institusi menciptakan likuiditas lebih baik dibanding siklus sebelumnya. Meski demikian, investor ritel tetap berperan besar dalam dinamika harian. Pergerakan jangka pendek masih didominasi transaksi spekulatif.

Menurutnya, saat Bitcoin bergerak di kisaran US$ 70.000, peran investor institusional menjadi kunci. Instrumen seperti spot ETF membantu menjaga level support pasar. Tanpa dukungan tersebut, volatilitas berpotensi meningkat.

Pergerakan harga kripto saat ini mencerminkan keseimbangan rapuh antara sentimen dan likuiditas. Investor disarankan mencermati arus dana institusional. Strategi hati-hati tetap diperlukan di tengah volatilitas tinggi. 

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026