IHSG Melemah Setelah Libur Panjang Ini Saham Potensial Dikoleksi Investor Hari Ini
- Jumat, 27 Maret 2026
JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik membuka perdagangan dengan tekanan setelah libur panjang.
Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami pelemahan pada sesi pagi, menandakan investor masih bersikap hati-hati. Sentimen global, dinamika regional, serta aksi ambil untung menjadi faktor yang memengaruhi arah indeks. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mencermati peluang saham yang dinilai menarik.
Meski demikian, volatilitas yang muncul justru membuka ruang trading jangka pendek. Beberapa analis melihat peluang teknikal tetap tersedia selama indeks mampu menjaga level support. Pergerakan yang fluktuatif membuat strategi selektif lebih disarankan. Investor juga memperhatikan sentimen eksternal yang masih menjadi penentu arah pasar.
Baca JugaAAJI Nilai New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Industri Asuransi Nasional Indonesia
IHSG melemah pada awal perdagangan
Pada pembukaan perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, IHSG berada di posisi 7.313,665. Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.35 WIB, indeks langsung turun 34,810 poin atau 0,48 persen ke level 7.267,311. Penurunan ini terjadi pada hari kedua setelah libur bursa dalam rangka perayaan Nyepi dan Idulfitri.
Sebanyak 232 saham tercatat melemah pada perdagangan pagi. Sementara itu, 326 saham menguat dan 170 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan tekanan pasar cukup dominan meskipun masih ada saham yang bergerak positif. Hal ini menandakan investor melakukan rotasi sektor.
Total transaksi hingga pukul 09.35 WIB tercatat mencapai Rp22,198 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 11,624 miliar saham. Aktivitas perdagangan yang cukup tinggi mencerminkan minat investor masih terjaga. Namun arah indeks masih dibayangi tekanan jual.
Potensi pengujian level resistance penting
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.400. Namun ia mengingatkan bahwa kegagalan menembus level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan. Pernyataan ini menegaskan pentingnya konfirmasi teknikal.
Ia menyebutkan level support IHSG berada pada kisaran 7.170 hingga 7.250. Sementara itu, resistance berada di rentang 7.380 hingga 7.400. Rentang tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi. Pergerakan indeks di sekitar level tersebut akan menjadi penentu arah selanjutnya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 2,75 persen. Penguatan tersebut disertai net buy asing sebesar Rp56 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain AADI, ASII, PTBA, TLKM, dan ITMG. Arus dana asing ini sempat memberikan sentimen positif bagi pasar.
Sentimen global dorong optimisme pasar
Pasar saham global turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan domestik. Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu. Optimisme muncul seiring harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Penurunan harga minyak juga membantu meningkatkan sentimen positif.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,66 persen. Sementara S&P 500 bertambah 0,54 persen dan Nasdaq Composite menguat 0,77 persen. Kenaikan ini menunjukkan minat investor kembali meningkat pada aset berisiko.
Sentimen positif juga muncul dari kemungkinan komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan meredanya ketegangan membuat pasar saham global menguat. Meski demikian, Teheran membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington. Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati.
Bursa Asia bergerak menguat
Selain Wall Street, bursa Asia-Pasifik juga mencatat penguatan. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,85 persen. Kenaikan ini sejalan dengan optimisme investor terhadap perkembangan geopolitik. Pasar regional merespons positif kemungkinan de-eskalasi konflik.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2,9 persen. Sementara indeks Topix bertambah 2,6 persen. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap saham Asia.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 1,6 persen dan Kosdaq melesat 3,4 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng bertambah 1,1 persen. Penguatan regional ini menjadi faktor pendukung IHSG.
Rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini
Beberapa saham yang menjadi trading idea hari ini antara lain BUVA, BUMI, ESSA, MBMA, MEDC, dan HUMI. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek. Investor dapat memanfaatkan volatilitas pasar untuk strategi trading.
Pada saham BUVA, rekomendasi speculative buy berada pada area beli Rp1.025 hingga Rp1.040. Cutloss ditempatkan di bawah Rp1.000 dengan target dekat Rp1.090 hingga Rp1.125. Strategi ini memanfaatkan potensi rebound teknikal.
Untuk saham BUMI, strategi buy on weakness berada di area Rp220 hingga Rp224. Cutloss ditempatkan di bawah Rp220 dengan target dekat Rp230 hingga Rp238. Pendekatan ini menunggu harga kembali stabil sebelum naik.
Saham ESSA direkomendasikan speculative buy pada area Rp745 hingga Rp755. Cutloss di bawah Rp745 dengan target Rp765 hingga Rp780. Sementara MBMA direkomendasikan buy if break Rp735 dengan target Rp755 hingga Rp770.
Saham MEDC memiliki rekomendasi speculative buy di area Rp1.750. Cutloss di bawah Rp1.735 dengan target Rp1.800 hingga Rp1.825. Adapun HUMI direkomendasikan buy on weakness di area Rp174 hingga Rp178 dengan target Rp188 hingga Rp194.
Pergerakan IHSG yang fluktuatif membuat strategi selektif sangat penting. Investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan. Peluang trading tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Proyeksi Pembangunan Jalan Tol Kuningan Hingga 2030 Bisa Urai Macet Jabodetabek
- Jumat, 27 Maret 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia Terbaru
- Jumat, 27 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Emas Dunia Stabil di Level Tinggi Namun Tertekan Faktor Global Pekan Ini
- Jumat, 27 Maret 2026
Harga Emas Antam Turun Tajam Tertekan Global Buyback Anjlok Pada Perdagangan Hari
- Jumat, 27 Maret 2026












