IHSG Berpotensi Melemah Investor Disarankan Wait And See Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
- Jumat, 27 Maret 2026
JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali dibayangi tekanan eksternal yang membuat pelaku pasar lebih berhati-hati.
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat. Sentimen global, arus dana asing, serta kegagalan menembus level teknikal penting menjadi faktor utama yang membentuk arah pergerakan indeks. Kondisi ini membuat investor cenderung mengamati pasar sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi psikologis pelaku pasar. Pergerakan indeks yang belum stabil menunjukkan fase konsolidasi masih berlangsung. Oleh karena itu, strategi defensif dinilai lebih relevan sambil menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas. Analis juga menilai kondisi energi global dan ketegangan geopolitik menjadi faktor yang perlu dicermati.
Baca JugaAAJI Nilai New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Industri Asuransi Nasional Indonesia
IHSG terkoreksi dan sektor energi memimpin pelemahan
Berdasarkan catatan Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG sebelumnya melemah 1,89% ke level 7.164. Koreksi tersebut terjadi hampir di seluruh sektor saham. Sektor energi menjadi yang paling dalam penurunannya dengan koreksi mencapai 2,91%. Pelemahan sektor ini mencerminkan tekanan global terhadap komoditas energi.
Arus dana asing juga menunjukkan sentimen negatif. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler dengan nilai sekitar Rp 2 triliun. Tekanan dari investor global ini menambah beban bagi pergerakan indeks. Ketika arus keluar modal meningkat, pasar domestik cenderung kehilangan momentum penguatan.
Head of Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menilai investor sebaiknya mengambil posisi wait and see. Hal ini disebabkan IHSG gagal melakukan average up setelah tidak mampu menembus level resistance pertama di 7.300. Kondisi tersebut mengonfirmasi indeks masih berada dalam fase bottoming.
Ketidakpastian energi global menekan sentimen pasar
Liza juga menyoroti krisis energi yang mulai terlihat di beberapa negara Asia. Negara-negara tersebut sangat bergantung pada pasokan minyak dari Selat Hormuz. Ketergantungan ini meningkatkan risiko volatilitas apabila terjadi gangguan pasokan. Dampaknya dapat merembet ke pasar saham, termasuk IHSG.
Ia mengingatkan bahwa indeks masih rentan kembali ke level support 7.060 hingga 7.000. Rentang tersebut menjadi batas psikologis terdekat yang perlu dicermati. Jika level tersebut ditembus, potensi pelemahan lebih lanjut terbuka. Oleh karena itu, investor disarankan menjaga disiplin manajemen risiko.
Pandangan serupa disampaikan oleh Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Ia memperkirakan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan melemah. Menurutnya, level support berada di kisaran 7.075 hingga 7.130, sementara resistance berada pada rentang 7.200 hingga 7.250.
Rekomendasi saham pilihan analis hari ini
Dalam kondisi pasar yang cenderung terbatas, Fanny memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati. Saham yang dipilih antara lain PT Surya Citra Media Tbk, PT Merdeka Gold Resources Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Indika Energy Tbk, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pertimbangan teknikal dan momentum pergerakan harga. Meskipun indeks masih berpotensi melemah, peluang trading jangka pendek tetap tersedia. Investor dapat memanfaatkan volatilitas untuk strategi spekulatif dengan tetap memperhatikan batas risiko.
Fanny menilai saham-saham tersebut memiliki peluang pergerakan menarik. Namun, keputusan investasi tetap harus disertai analisis tambahan. Investor disarankan memperhatikan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengeksekusi transaksi.
Strategi teknikal untuk perdagangan jangka pendek
Untuk saham SCMA, rekomendasi speculative buy berada di area beli 266 hingga 270. Batas cut loss berada di bawah 264 dengan target dekat di 274 hingga 284. Strategi ini memanfaatkan potensi rebound teknikal pada saham media tersebut. Pelaku pasar diharapkan disiplin mengikuti batas risiko.
Pada saham EMAS, area beli direkomendasikan di kisaran 8300 hingga 8400. Cut loss ditempatkan di bawah 8200 dengan target dekat di 8700 hingga 8900. Sementara itu, saham BBRI memiliki area beli 3460 hingga 3490. Target dekat berada di rentang 3550 hingga 3610 dengan cut loss di bawah 3440.
Saham UNTR direkomendasikan speculative buy pada area 30400 hingga 30800. Target dekat berada di kisaran 31100 hingga 31500 dengan cut loss di bawah 30000. Untuk saham INDY, area beli berada pada 3110 hingga 3170. Target dekat di 3230 hingga 3300 dengan cut loss di bawah 3100.
Saham AADI memiliki strategi buy if break pada level 11025. Target dekat berada di kisaran 11175 hingga 11275. Cut loss ditempatkan di bawah 10825. Strategi ini menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk posisi.
Penutupan perdagangan sebelumnya dan sentimen global
Sebelumnya, IHSG juga tertekan pada perdagangan Kamis. Koreksi indeks dipicu sentimen global setelah Iran menolak gencatan senjata yang ditawarkan oleh Amerika Serikat. Kondisi ini membuat mayoritas bursa Asia bergerak melemah.
Data menunjukkan IHSG ditutup turun 1,89% ke posisi 7.164,09. Indeks LQ45 juga melemah 1,97% ke level 731,72. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah. Tekanan terjadi hampir sepanjang sesi perdagangan.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai koreksi dipicu sentimen global. Ia menyebut penolakan Iran terhadap gencatan senjata memicu kekhawatiran pasar. Akibatnya, mayoritas bursa Asia ikut terkoreksi.
Pergerakan sektor saham dan aktivitas perdagangan
Pada perdagangan tersebut, IHSG bergerak di level tertinggi 7.323,70 dan terendah 7.162,59. Sebanyak 380 saham melemah, sementara 292 saham menguat dan 148 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.725.786 kali. Volume transaksi mencapai 31,1 miliar saham.
Nilai transaksi harian tercatat Rp 32,3 triliun. Sementara posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.899. Dari sebelas sektor saham, hanya sektor transportasi yang mencatatkan kenaikan. Sektor energi kembali menjadi yang paling dalam koreksinya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Proyeksi Pembangunan Jalan Tol Kuningan Hingga 2030 Bisa Urai Macet Jabodetabek
- Jumat, 27 Maret 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Maret 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia Terbaru
- Jumat, 27 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Emas Dunia Stabil di Level Tinggi Namun Tertekan Faktor Global Pekan Ini
- Jumat, 27 Maret 2026
Harga Emas Antam Turun Tajam Tertekan Global Buyback Anjlok Pada Perdagangan Hari
- Jumat, 27 Maret 2026












