Jumat, 27 Maret 2026

Strategi BRI Mendorong Kepemilikan Rumah Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia Hingga 2026

Strategi BRI Mendorong Kepemilikan Rumah Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia Hingga 2026
Strategi BRI Mendorong Kepemilikan Rumah Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia Hingga 2026

JAKARTA - PT BANK Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat total realisasi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) sebesar Rp 16,79 triliun hingga Februari 2026. Program ini telah menjangkau 122.838 debitur di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran KPR subsidi ini menjadi bagian dari upaya BRI mendukung pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rincian Penyaluran KPR Subsidi

Baca Juga

Transaksi Digital Perbankan Tumbuh Pesat Dorong Fee Income Bank

Dari total KPR subsidi, realisasi KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat mencapai Rp 16,38 triliun. KPR Tapera tercatat sebesar Rp 316,93 miliar, sementara KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) mencapai Rp 91,65 miliar.

Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) menyalurkan Rp 8,89 miliar untuk masyarakat. Dengan angka ini, BRI menegaskan perannya sebagai penggerak utama program pembiayaan perumahan pemerintah.

Tabel Rincian Penyaluran KPR Subsidi BRI hingga Februari 2026

Jenis KPR SubsidiRealisasi (Rp)
KPR Sejahtera FLPP16,38 triliun
KPR Tapera316,93 miliar
KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB)91,65 miliar
BP2BT8,89 miliar

Dampak Ekonomi dari Program Perumahan

Hery Gunardi menyebut bahwa capaian ini mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Penyaluran KPR subsidi juga menjadi kontribusi penting perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah.

Selain membuka kesempatan memiliki rumah, pembangunan perumahan juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, logistik, dan peluang usaha UMKM di sekitar kawasan hunian.

Jaringan BRI sebagai Kunci Perluasan Pembiayaan

Keberadaan BRI yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal penting dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Jaringan yang kuat memungkinkan program ini menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil.

Hery menambahkan bahwa ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan. Dengan dukungan lebih dari 7.000 unit kerja di seluruh Indonesia, BRI optimistis program ini bisa memberikan hunian layak dan terjangkau bagi semakin banyak keluarga.

Masa Depan Program KPR Subsidi BRI

BRI menekankan pentingnya keberlanjutan program KPR subsidi dalam jangka panjang. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor perumahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan strategi ini, BRI tidak hanya menyediakan akses rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga menciptakan efek domino ekonomi yang positif. Pertumbuhan sektor pendukung dan peluang usaha di sekitar kawasan perumahan menjadi bukti nyata kontribusi ini.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Harga Perak Antam Turun Tajam Menyentuh Rp44.100 Per Gram

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Penggunaan QRIS di Kaltim Mencapai Rekor Tertinggi 2026

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

Yield SBN Masih Tinggi, BI Tahan Suku Bunga Stabil

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

AAJI Tegaskan New RBC Tingkatkan Transparansi Keuangan Asuransi

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026

Harga Emas Antam Turun Drastis Per Gram Hari Ini 27 Maret 2026