JAKARTA - Industri asuransi Indonesia semakin menunjukkan transformasi digital signifikan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa digitalisasi agen asuransi melalui penggunaan QR code telah diterapkan luas hingga awal 2026, memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah memverifikasi legalitas agen sekaligus meningkatkan transparansi industri.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap jasa keuangan dan mendorong modernisasi sektor asuransi secara keseluruhan.
Baca JugaTransaksi Digital Perbankan Tumbuh Pesat Dorong Fee Income Bank
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa digitalisasi ini mencakup seluruh lini industri asuransi, mulai dari asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi berbasis syariah.
agen asuransi telah memanfaatkan qr code secara luas
Berdasarkan data Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) per 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 304.950 agen asuransi telah terdaftar di OJK dan memiliki QR code sebagai identitas resmi.
“Berdasarkan data pada Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) per 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 304.950 agen asuransi telah terdaftar di OJK dan memiliki QR code sebagai identitas resmi, yang mencakup agen pada industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi syariah,” ujar Ogi.
QR code ini memungkinkan masyarakat melakukan verifikasi instan terhadap legalitas agen, cukup dengan memindai kode yang langsung terhubung ke data resmi OJK. Penerapan ini diharapkan mengurangi risiko penipuan atau agen ilegal, sekaligus mempermudah proses monitoring oleh regulator.
dukungan asosiasi dan perusahaan asuransi memperkuat implementasi
Ogi menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan asosiasi industri dan perusahaan asuransi dalam mensosialisasikan penggunaan QR code kepada agen maupun masyarakat.
“Implementasi kebijakan ini berjalan dengan baik berkat dukungan asosiasi industri dan perusahaan asuransi dalam proses sosialisasi kepada agen dan masyarakat,” katanya.
Sinergi antara regulator, perusahaan, dan asosiasi dianggap kunci untuk mempercepat adopsi teknologi digital di sektor asuransi, sekaligus menjamin bahwa agen-agen yang terdaftar dapat beroperasi secara sah dan transparan.
sistem registrasi dan verifikasi berjalan efektif tanpa hambatan
OJK menilai pelaksanaan kebijakan digitalisasi agen berjalan lancar, tanpa kendala signifikan. Sistem yang digunakan mampu mendukung proses registrasi dan verifikasi secara efektif.
“Hingga saat ini tidak terdapat kendala signifikan. OJK bersama asosiasi terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem untuk memastikan proses pendaftaran dan verifikasi agen berjalan efektif dan transparan,” jelas Ogi.
Dengan dukungan sistem digital ini, setiap agen asuransi memiliki identitas yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat semakin mudah mengakses informasi dan memastikan keamanan transaksi asuransi.
dampak digitalisasi terhadap industri dan masyarakat
Digitalisasi agen asuransi melalui QR code tidak hanya menguntungkan regulator dan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kemudahan memverifikasi legalitas agen, konsumen dapat lebih percaya diri dalam membeli produk asuransi, mengetahui hak-hak mereka, dan mengurangi risiko penipuan.
Selain itu, transformasi digital ini diharapkan mendorong efisiensi operasional di sektor asuransi. Proses pendaftaran, monitoring, dan verifikasi dapat dilakukan secara otomatis dan real-time, mengurangi birokrasi manual dan potensi kesalahan administratif.
Ogi menambahkan bahwa evaluasi dan penyempurnaan sistem digital akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh agen dapat menggunakan QR code dengan optimal, sekaligus mempermudah masyarakat mengakses informasi.
“OJK terus melakukan evaluasi untuk memastikan proses pendaftaran dan verifikasi agen berjalan efektif dan transparan,” tutupnya.
Ke depan, OJK berharap inisiatif digitalisasi ini dapat menjadi model bagi modernisasi sektor keuangan lainnya, meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Indonesia.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.






.jpg)






