JAKARTA - Menjelang Lebaran 2026, peredaran uang tunai di Indonesia mencatat rekor baru.
Lembaga riset NEXT Indonesia Center melaporkan total uang kartal yang beredar untuk kebutuhan Idulfitri mencapai Rp 1.370 triliun, menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat serta aktivitas ekonomi yang terus menguat di berbagai wilayah.
Fenomena ini tidak hanya merefleksikan peningkatan konsumsi, tetapi juga memperlihatkan kesiapan ekonomi domestik menghadapi periode mudik dan belanja Lebaran.
Baca JugaTransaksi Digital Perbankan Tumbuh Pesat Dorong Fee Income Bank
Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, menekankan bahwa data Bank Indonesia menunjukkan lonjakan peredaran uang kartal sebesar 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan ini menunjukkan kesiapan konsumsi masyarakat sekaligus mengindikasikan aktivitas ekonomi yang semakin menguat hingga ke daerah,” ujarnya.
Peningkatan dana siap belanja masyarakat
Selain peredaran uang tunai, dana yang berada langsung di tangan masyarakat juga mengalami kenaikan signifikan. Menjelang Lebaran 2026, dana siap belanja di luar kas perbankan tercatat sebesar Rp 1.241 triliun, meningkat Rp 104 triliun dari Rp 1.137 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ade Holis menjelaskan bahwa tambahan likuiditas ini menjadi dorongan utama bagi perputaran ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik. “Tambahan likuiditas sebesar Rp 104 triliun di masyarakat menjadi dorongan kuat bagi perputaran ekonomi di berbagai daerah tujuan pemudik,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa uang yang beredar tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga mengalir ke wilayah-wilayah lokal, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Koneksi antara mobilitas dan pertumbuhan ekonomi
Tingginya arus peredaran uang tunai juga didorong oleh mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran. Data Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan jumlah penumpang hampir di seluruh moda transportasi.
Transportasi laut menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan tambahan 360.840 penumpang, meningkat dari 2.336.619 orang pada 2025 menjadi 2.697.459 orang pada 2026.
Sektor darat, terutama bus antar kota, juga mencatat kenaikan signifikan. Jumlah penumpang meningkat 145.085 orang menjadi 1.586.595 orang, dibandingkan 1.441.510 orang pada tahun sebelumnya. Sedangkan moda kereta api melayani 1.832.584 penumpang, naik dari 1.638.779 penumpang.
Sektor penerbangan juga menunjukkan tren positif dengan tambahan 71.993 penumpang. Total pengguna pesawat pada periode mudik 2026 mencapai 2.400.544 orang, meningkat dari 2.328.551 orang pada 2025. Ade Holis menegaskan, sinergi antara likuiditas dan mobilitas menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Masyarakat memiliki daya beli dan akses mobilitas untuk membelanjakan uang di kampung halaman, sehingga menghidupkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dampak positif terhadap ekonomi nasional
NEXT Indonesia Center memproyeksikan kombinasi tingginya dana siap belanja dan arus mudik yang besar akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal I 2026.
Fenomena ini juga menandai Lebaran sebagai momentum strategis bagi ekonomi domestik, di mana konsumsi masyarakat dapat mendorong sirkulasi uang yang lebih merata di berbagai daerah.
Ade Holis menambahkan, peredaran uang tunai yang mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi sedang bergerak optimal.
“Lebaran 2026 menjadi momentum penting. Dengan peredaran uang tunai yang mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir, ekonomi domestik sedang bergerak optimal,” tutupnya.
Selain itu, pemerintah dan otoritas perbankan diharapkan memantau aliran uang tunai agar dapat menjaga stabilitas keuangan serta memastikan arus kas mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Aktivitas ekonomi yang tinggi ini juga diharapkan mampu meningkatkan sektor perdagangan, jasa, dan transportasi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.






.jpg)






