Selasa, 31 Maret 2026

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid meski kondisi ekonomi global dan domestik cukup dinamis. 

Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim 2025 yang digelar Senin, 30 Maret 2026 menegaskan bahwa manajemen mampu mempertahankan performa bisnis dan keuangan secara stabil.

Acara yang berlangsung di Hotel Discovery SCBD Jakarta dihadiri Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama R. Arief Wicaksono, Direktur Keuangan RM Wahyukusumo Wisnubroto, dan Direktur Bisnis Mikro, Retail, dan Usaha Syariah Tonny Prasetyo. 

Baca Juga

Panduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap

Winardi menjelaskan beberapa strategi yang diterapkan sepanjang 2025, termasuk pengelolaan Dana Pihak Ketiga, penerbitan obligasi, penyaluran kredit secara selektif, efisiensi biaya, serta penguatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan non-bunga.

Strategi ini memungkinkan Bank Jatim menutup tahun 2025 dengan performa yang tetap positif di berbagai indikator, meski persaingan perbankan semakin ketat dan kondisi ekonomi menuntut fleksibilitas tinggi.

Transformasi dan Strategi Lima Pilar

Bank Jatim melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama untuk mencapai visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia. 

Pilar tersebut meliputi: tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, penguatan teknologi dan digitalisasi proses, serta optimalisasi sinergi bisnis kelompok usaha Bank.

Implementasi lima pilar tersebut berhasil meningkatkan produktivitas tim dan efektivitas operasional. Nilai aset Bank Jatim per 2025 mencapai Rp 105,8 triliun, meningkat 3,70% YoY. 

Penyaluran kredit tumbuh 4,98% menjadi Rp 67,2 triliun, dengan komposisi kredit konsumer Rp 36,54 triliun meningkat 6,20% dan kredit produktif Rp 30,7 triliun naik 3,55%. Dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan 1,43% YoY.

Fokus manajemen pada penetrasi dana murah dan ekosistem bisnis terbukti berhasil meningkatkan jumlah nasabah dan memperluas basis dana. Jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga mencapai 10.915.749, naik 5,64% YoY, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bank Jatim tetap tinggi.

Kinerja Keuangan dan Laba Bersih

Bank Jatim membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau meningkat 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini tidak hanya terlihat di level Bank Only, tetapi juga pada konsolidasi seluruh kelompok usaha. Total aset konsolidasi meningkat 42,93% YoY, dari Rp 118,142 triliun menjadi Rp 168,855 triliun. Penyaluran pinjaman naik 46,65% menjadi Rp 110,503 triliun, sedangkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp 1,617 triliun, naik 24,80% YoY.

Manajemen menekankan pentingnya pengendalian kualitas aset. Langkah-langkah termasuk mekanisme hapus buku Rp 1,03 triliun dengan recovery rate 18,6%, restrukturisasi kredit Rp 4,17 triliun, dan pemberian keringanan bunga serta denda kepada debitur. 

Hal ini menunjukkan upaya agresif Bank Jatim dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong penerimaan dari kredit bermasalah.

Digitalisasi dan Ekspansi Layanan

Bank Jatim memaksimalkan digitalisasi melalui JConnect Mobile, JConnect IB Corporate, dan QRIS. Sepanjang 2025, JConnect Mobile mencapai 993.972 pengguna, tumbuh 22,40% YoY dengan transaksi Rp 65,77 triliun naik 29,55% YoY. JConnect IB Corporate memiliki 11.199 user, naik 14,79% YoY dengan transaksi Rp 23,36 triliun. QRIS Bank Jatim digunakan oleh 203.725 pengguna dengan transaksi Rp 3,94 triliun, tumbuh 47,25% YoY.

Selain layanan digital, Bank Jatim memperluas jaringan fisik dan memaksimalkan AGEN JATIM yang membantu transaksi perbankan sekaligus penyaluran kredit melalui referral. Total agen aktif sebanyak 14.842, memperkuat penetrasi di wilayah potensial dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kredit.

Sinergi Kelompok Usaha dan Prospek 2026

Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Bank Jatim dalam sinergi kelompok usaha. Bank Jatim telah menjadi induk atas lima BPD: Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Sinergi ini mencakup permodalan, strategi bisnis, serta dukungan operasional yang diharapkan meningkatkan efisiensi dan market share pada 2026.

Manajemen menegaskan fokus pada optimalisasi bisnis, efisiensi operasional, dan penguatan teknologi digital sebagai enabler utama. 

Dengan pencapaian positif di 2025, Bank Jatim siap menghadapi tantangan 2026, memperluas penetrasi kredit, mengoptimalkan dana murah, dan meningkatkan layanan digital untuk menambah nilai bagi nasabah serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026

BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026

BSI Optimistis Pengguna Mobile Banking Melampaui 10 Juta Sepanjang Tahun 2026