JAKARTA - Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi inti strategi bisnis di sektor jasa keuangan global.
Salah satu contoh paling mencolok datang dari perusahaan asuransi terbesar di China, Ping An Insurance Group, yang berhasil memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendorong efisiensi sekaligus meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan.
Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah model bisnis tradisional menjadi lebih adaptif dan kompetitif.
Baca JugaKurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global
Pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mempercepat proses operasional, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam meningkatkan pengalaman nasabah.
Dengan pendekatan ini, Ping An berhasil mengoptimalkan berbagai lini bisnis, mulai dari asuransi hingga layanan keuangan lainnya.
Transformasi Digital Ubah Proses Klaim Lebih Cepat
Perusahaan asuransi swasta terbesar di China, Ping An Insurance Group memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendorong efisiensi operasional sekaligus meningkatkan valuasi perusahaan hingga sekitar US$174 miliar.
Lima tahun lalu hampir semua klaim asuransi kecelakaan dan kesehatan di Ping An masih diproses oleh manusia secara manual.
Namun, kini hampir 60% sudah berjalan secara otomatis dengan AI dan bahkan sebagian klaim dapat diselesaikan hanya dalam waktu 51 detik. Langkah tersebut merupakan hasil investasi teknologi yang telah dilakukan perusahaan selama satu dekade terakhir dengan nilai mencapai miliaran yuan.
Menurut sumber yang tidak ingin diketahui namanya, para eksekutif senior juga menggunakan pemanfaatan AI untuk menggandakan rasio price-to-book perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan asumsi aset bersih tidak berubah, langkah tersebut dapat menambah sekitar US$174 miliar pada nilai pasar perusahaan asuransi swasta terbesar di China tersebut,” tulis laporan Bloomberg.
Efisiensi Biaya Dan Pengurangan Tenaga Kerja
Optimisme Ping An sebenarnya sudah terlihat melalui penurunan atau efisiensi biaya. Dengan AI, rasio biaya asuransi kendaraan perusahaan tercatat turun 1,7 poin persentase dalam sembilan tahun terakhir.
Hal itu setara dengan pertumbuhan laba underwriting sekitar 5 miliar yuan (US$724 juta) pada segmen tersebut dalam periode yang sama.
Selain itu, sistem Ping An telah dilatih untuk mengenali puluhan dialek bahasa China, sehingga memungkinkan AI memproses klaim asuransi dengan intervensi manusia yang minimal.
“Bot tersebut bahkan dapat melakukan panggilan penagihan pinjaman, dengan menyesuaikan nada suara tergantung apakah nasabah merespons dengan tenang atau agresif. AI juga menangani 70% dari pemulihan kredit sebesar 500 miliar yuan di Ping An Bank Co. pada 2025,” tulisnya.
Di lain sisi, efisiensi juga tercermin dari pengurangan tenaga kerja. Dalam lima tahun hingga 2025, jumlah tenaga call center Ping An berkurang lebih dari setengah akibat penggunaan chatbot.
Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja Ping An telah berkurang lebih dari 118.000 orang atau sekitar 30% dari puncaknya pada 2018.
Tantangan Investor Dan Persepsi Pasar
Kendati demikian, investor masih belum sepenuhnya yakin. Pasalnya, saham Ping An yang tercatat di Hong Kong masih diperdagangkan 38% di bawah level tertingginya, serta mencatatkan penurunan 9,59% sepanjang tahun ini, lebih dalam dibandingkan penelahan pasar secara keseluruhan.
Meski begitu, para eksekutif perusahaan yang berbasis di Shenzhen dan memiliki 250 juta nasabah ini menilai kini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan manfaat dari investasi AI yang bisa berdampak pada harga saham perusahaan.
“Era AI berhasil membuka peluang untuk membentuk ulang layanan. Imbal hasil investasi sudah nyata, sangat terlihat, dan sangat meyakinkan,” kata Chief Technology Officer Ray Wang.
Namun, sebagian pelaku pasar masih menunggu bukti lebih konkret. Manajer portofolio Franklin Templeton, Nicholas Chui, menilai bahwa AI belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi saham perusahaan.
“Saya rasa hampir tidak ada investor yang memasukkan AI dalam valuasi saham ini. Jika orang ingin membeli AI, mereka akan membeli saham teknologi dan biasanya tidak akan memilih membeli Ping An sebagai pilihan pertama,” kata Nicholas.
Selain hal itu, perusahaan juga masih menghadapi tantangan historis, termasuk eksposur terhadap sektor properti dan penurunan nilai investasi sebelumnya. Faktor tersebut dinilai turut menahan kenaikan valuasi saham perusahaan.
Strategi Ekspansi Dan Integrasi Platform AI
Adapun dalam implementasinya, Ping An akan meluncurkan platform terpadu berbasis AI pada awal April 2026 yang menghubungkan sekitar 500 layanan perusahaan di bidang perbankan, asuransi, dan layanan kesehatan.
Platform ini didukung oleh agen AI yang mampu mengoptimalisasikan proses underwriting dan klaim sekaligus meningkatkan cross-selling.
Untuk mendorong pertumbuhan, Ping An berencana meningkatkan penjualan silang melalui platform AI terpadu. Co-Chief Executive Officer Ping An, Michael Guo, mengatakan saat ini rata-rata nasabah ritel memiliki 2,94 kontrak Ping An, naik 2,03 pada 2015.
Perusahaan menilai jumlah tersebut masih dapat meningkat menjadi lima hingga tujuh produk keuangan per nasabah. Selain itu, Ping An juga memanfaatkan lebih dari 30 tahun data suara dan visual untuk mempercepat proses klaim.
Contohnya dalam kasus kecelakaan kendaraan, AI dapat langsung merespons, mengarahkan pengambilan foto dan video, serta memberi izin kepada pengemudi untuk meninggalkan lokasi hanya dalam beberapa interaksi.
Analis Citic Securities Co. menilai peningkatan pengalaman nasabah melalui platform AI berpotensi mendorong penjualan produk dengan margin lebih tinggi.
“Jika strategi tersebut berhasil, Ping An dinilai memiliki ruang besar untuk meningkatkan valuasi perusahaan ke depan,” tuturnya.
Pemanfaatan AI secara menyeluruh ini memperlihatkan bagaimana transformasi digital dapat menjadi katalis utama dalam pertumbuhan bisnis.
Meski masih menghadapi tantangan persepsi pasar, langkah agresif Ping An dalam mengintegrasikan teknologi berpotensi membuka peluang besar untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Celo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Terbaru dan Harga Tiket Ferry Batam Singapura April 2026 Lengkap
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global
- Rabu, 01 April 2026
Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026
- Rabu, 01 April 2026












