Rabu, 01 April 2026

Paskah Nasional Manado Dihadiri Presiden Perkuat Kerukunan Indonesia

Paskah Nasional Manado Dihadiri Presiden Perkuat Kerukunan Indonesia
Paskah Nasional Manado Dihadiri Presiden Perkuat Kerukunan Indonesia

JAKARTA - Dalam suasana keberagaman yang semakin terasa hangat di Indonesia, perayaan hari besar keagamaan kerap menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan.

Tahun ini, perhatian tertuju pada gelaran Paskah Nasional yang tidak hanya menjadi perayaan umat Kristiani, tetapi juga diharapkan membawa pesan kebangsaan yang kuat dengan kehadiran Presiden.

Rencana Kehadiran Presiden Dalam Perayaan Nasional

Baca Juga

Wapres Gibran Rakabuming Raka Segera Berkantor di IKN Ini Jadwal Terbarunya

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan perayaan Paskah Nasional 2026 bakal digelar di Manado, Sulawesi Utara, dan rencananya bakal dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Puncak perayaan Paskah Nasional 2026 berlangsung di Manado, Sulawesi Utara. Semoga lancar dan sukses. Rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto," kata Menag Nasaruddin Umar.

Kehadiran Presiden dalam agenda keagamaan nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap umat Kristiani, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam merawat keberagaman. 

Dengan latar belakang Indonesia sebagai negara multikultural, momentum ini dinilai penting untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Menag berharap perayaan Paskah 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Perayaan Paskah Nasional 2026 ini diharapkan bisa meramu momentum kebersamaan antarumat beragama.

“Perayaan Paskah tahun ini harus lebih baik dari setiap tahunnya. Semua umat dapat merasakan perayaan. Ini menjadi gelaran kebangsaan. Panitia harus bisa meramu kegiatan dengan baik dan seksama," kata dia.

Harapan Besar Pada Momentum Kebersamaan

Ketua Panitia Recky H. Langie menyampaikan bahwa Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara, berlangsung pada 7-9 April 2026.

Puncaknya pada 8 April 2026, dan dilaksanakan di ruang terbuka. "Kami berharap, Pak Menteri Agama bisa hadir pada acara Paskah 2026," kata Recky H. Langie.

Perayaan yang dirancang berlangsung selama beberapa hari ini diharapkan mampu menghadirkan nuansa kebersamaan yang lebih luas. Tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

Dengan konsep ruang terbuka pada puncak acara, panitia memberikan peluang bagi masyarakat luas untuk ikut merasakan atmosfer perayaan. Hal ini sejalan dengan semangat inklusivitas yang ingin dibangun dalam Paskah Nasional tahun ini.

Pesan Kerukunan Di Tengah Perayaan Berdekatan

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan, mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan bahkan bersamaan pada tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah.

Menurut Menag, momentum Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

“Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya,” ujar Menag.

Kondisi di mana beberapa hari besar keagamaan berlangsung dalam waktu berdekatan dinilai sebagai peluang emas untuk menegaskan kembali nilai toleransi. Peran tokoh agama menjadi krusial dalam menyampaikan pesan-pesan damai agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.

Nilai Universal Dalam Setiap Perayaan Keagamaan

Menag menjelaskan setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.

“Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” kata dia.

Melalui pemaknaan nilai-nilai tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi juga mengimplementasikan makna yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perayaan keagamaan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun harmoni sosial.

Paskah Nasional 2026 di Manado pun diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana perayaan keagamaan dapat bertransformasi menjadi ajang memperkuat persatuan bangsa. 

Dukungan pemerintah, keterlibatan tokoh agama, serta partisipasi masyarakat luas menjadi kunci utama keberhasilan agenda ini.

Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia yang harus terus dijaga. Dalam konteks ini, kehadiran Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol bahwa negara hadir untuk semua golongan tanpa memandang perbedaan.

Celo

Celo

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan Batas Pembelian BBM Subsidi Maksimal Lima Puluh Liter

Pemerintah Tetapkan Batas Pembelian BBM Subsidi Maksimal Lima Puluh Liter

PT Pos Properti Optimis Tumbuh Delapan Belas Persen Meski Krisis Properti

PT Pos Properti Optimis Tumbuh Delapan Belas Persen Meski Krisis Properti

MPR Resmi Terapkan Work From Anywhere dan WFH Mulai 1 April Demi Efisiensi Anggaran Nasional

MPR Resmi Terapkan Work From Anywhere dan WFH Mulai 1 April Demi Efisiensi Anggaran Nasional

Pemerintah Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Demi Efisiensi Energi dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Pemerintah Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Demi Efisiensi Energi dan Digitalisasi Pelayanan Publik

Pemerintah Optimalisasi Program MBG Demi Efisiensi Anggaran Negara Tanpa Mengurangi Perhatian pada Anak dan Lansia

Pemerintah Optimalisasi Program MBG Demi Efisiensi Anggaran Negara Tanpa Mengurangi Perhatian pada Anak dan Lansia