Kementan Pastikan Infrastruktur Pertanian Siap Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
- Rabu, 01 April 2026
JAKARTA - Mengantisipasi potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai April hingga enam bulan ke depan, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kesiapan infrastruktur pertanian untuk menjaga ketersediaan pangan nasional tetap aman.
Langkah ini mencakup penguatan irigasi, pompanisasi, hingga optimalisasi lahan yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Pengalaman menghadapi El Nino 2023 menjadi pijakan penting. Saat itu, ancaman kekeringan cukup berat dan rencana impor beras mencapai 10 juta ton, tetapi melalui intervensi cepat di lapangan, kebutuhan impor hanya terealisasi sekitar 3 juta ton. Keberhasilan tersebut menjadi dasar strategi mitigasi saat ini, dengan fokus pada infrastruktur dan pemanfaatan lahan secara maksimal.
Baca JugaHarga Sembako Jawa Timur Hari Ini, Minyak Curah Turun Ayam Melemah
Penguatan Pompanisasi dan Irigasi untuk Ketersediaan Air
Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa pompanisasi telah diperkuat dengan pemasangan puluhan ribu pompa di sentra produksi. Sistem irigasi pun dipastikan berfungsi optimal untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau. Langkah ini memungkinkan lahan pertanian tetap produktif meski curah hujan rendah.
Pompa dan irigasi pompa yang telah berjalan membantu petani mempertahankan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali kini mampu ditingkatkan hingga dua atau tiga kali tanam per tahun. Intervensi ini memastikan potensi gangguan akibat kekeringan dapat diminimalisasi.
Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Baru
Selain pompanisasi, Kementan mendorong optimalisasi lahan atau oplah. Lahan yang semula hanya mampu satu kali tanam kini dapat ditingkatkan hingga tiga kali. Kementerian Pekerjaan Umum juga mendukung pembangunan dan perbaikan irigasi untuk menutupi 2 juta hektare lahan strategis, sehingga kesiapan menghadapi El Nino semakin solid.
Langkah-langkah ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan infrastruktur, optimalisasi lahan, hingga cetak sawah baru. Dengan pendekatan terintegrasi, Kementan memastikan produktivitas tetap terjaga meski terjadi kemarau panjang.
Cadangan Pangan Nasional dalam Posisi Aman
Dari sisi stok pangan, pemerintah memastikan cadangan beras nasional cukup untuk menghadapi potensi kekeringan. Saat ini stok beras pemerintah mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 5 juta ton pada bulan depan. Selain cadangan pemerintah, cadangan masyarakat dan produksi berjalan juga mendukung ketersediaan pangan.
Mentan menjelaskan bahwa total stok termasuk standing crop dan cadangan di rumah tangga serta sektor restoran mencapai sekitar 23,5 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan. Hal ini memberikan jaminan ketahanan pangan meski El Nino berlangsung selama enam bulan.
Penyerapan Gabah dan Beras Tetap Optimal
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan penyerapan gabah dan beras tetap berjalan lancar. Skema penyerapan disiapkan secara fleksibel, mulai dari skema normal hingga skema alternatif. Penyerapan Januari–Maret 2026 telah mencapai 1,3 juta ton, rekor tertinggi dalam tiga bulan pertama tahun ini, menandakan kesiapan logistik dan distribusi beras pemerintah.
Rizal menegaskan bahwa meskipun menghadapi El Nino, penyerapan beras tetap optimal dan stok terus ditingkatkan. Dengan demikian, ketersediaan pangan tidak hanya aman dari sisi produksi, tetapi juga dari sisi distribusi dan cadangan strategis pemerintah.
Optimisme Kementan Menghadapi Krisis Pangan
Dengan kesiapan infrastruktur yang kuat, pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya, dan cadangan pangan yang memadai, Kementan optimistis sektor pangan nasional tetap aman. Penguatan pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, hingga strategi distribusi menjadi kunci agar potensi dampak kemarau panjang dapat diminimalkan.
Langkah-langkah ini mencerminkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi kondisi ekstrem, memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan cukup, dan menjaga stabilitas harga di pasar. Ke depan, monitoring dan evaluasi secara berkala akan terus dilakukan untuk menghadapi dinamika cuaca yang mungkin terjadi.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
XLSMART Catat Lonjakan Trafik Data Selama Lebaran 2026 Hingga 21 Persen
- Rabu, 01 April 2026
Pendapatan MPMX Turun Tipis 2025 Laba Bersih Tertekan Di Tengah Tantangan
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Diaspora Indonesia Berikan Sambutan Hangat
- Rabu, 01 April 2026







.jpg)




