Selasa, 12 Mei 2026

Update Harga Pangan 17 April 2026: Cabai Rawit & Beras Jadi Sorotan

Update Harga Pangan 17 April 2026: Cabai Rawit & Beras Jadi Sorotan
Ilustrasi Cabai di Pasar

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat di tengah aktivitas ekonomi harian. Informasi harga pangan terbaru penting untuk diketahui sebagai acuan dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Berdasarkan data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, sejumlah komoditas mengalami variasi harga di tingkat pedagang eceran. Data ini mencerminkan kondisi pasar pangan nasional pada hari ini.

Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Jadi Perhatian Utama

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan pada Jumat, pukul 06.40 WIB. Komoditas cabai rawit merah mencapai Rp75.550 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp32.350 per kg.

Harga cabai rawit merah masih menjadi salah satu yang tertinggi di antara komoditas lainnya. Kondisi ini membuat komoditas tersebut sering menjadi indikator inflasi pangan.

Sementara itu, harga telur ayam ras juga berada pada level yang cukup stabil. Komoditas ini tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.

Pergerakan harga kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap konsumsi rumah tangga. Selain itu, keduanya sering mengalami fluktuasi yang cukup cepat.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Pasaran

Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, selain cabai rawit merah dan telur ayam tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya. Bawang merah berada di harga Rp46.650 per kg, sedangkan bawang putih Rp40.000 per kg.

Harga bawang merah menunjukkan posisi yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata sebelumnya. Komoditas ini merupakan salah satu bahan utama dalam berbagai masakan rumah tangga.

Sementara itu, bawang putih berada pada kisaran harga yang cukup stabil. Ketersediaan pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga komoditas ini.

Kedua komoditas ini memiliki peran penting dalam kebutuhan dapur sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan harga dapat berdampak pada pola konsumsi masyarakat.

Perkembangan Harga Beras Berbagai Kualitas

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp14.500 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.550 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.100 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.950 per kg.

Harga beras menunjukkan variasi tergantung pada kualitas yang ditawarkan di pasaran. Perbedaan ini memberikan pilihan bagi konsumen sesuai dengan daya beli masing-masing.

Beras sebagai bahan pokok utama memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas pangan nasional. Oleh karena itu, pergerakan harganya selalu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Kondisi harga beras yang relatif stabil menjadi kabar baik bagi konsumen. Stabilitas ini membantu menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga.

Peran Data PIHPS dalam Memantau Harga Pangan

Data dari PIHPS menjadi salah satu rujukan penting dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Indonesia. Informasi ini membantu masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari.

Selain itu, data tersebut juga digunakan oleh berbagai pihak untuk analisis pasar dan kebijakan. Transparansi informasi harga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar pangan.

Dengan adanya pembaruan harga secara berkala, masyarakat dapat mengetahui kondisi pasar secara real time. Hal ini membantu dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga.

Ke depan, pemantauan harga pangan akan tetap menjadi hal penting di tengah dinamika ekonomi. Informasi yang akurat dapat membantu menjaga stabilitas konsumsi dan daya beli masyarakat.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot