Selasa, 12 Mei 2026

Harga CPO Naik Tipis Dua Hari Beruntun, Ini Analisis dan Prospek Pergerakan Hari Ini

Harga CPO Naik Tipis Dua Hari Beruntun, Ini Analisis dan Prospek Pergerakan Hari Ini
Ilustrasi Sawit

JAKARTA - Pergerakan harga komoditas global kembali menarik perhatian pelaku pasar, terutama pada sektor minyak nabati. Salah satu yang menjadi sorotan adalah harga CPO yang mulai menunjukkan penguatan meski masih terbatas.

Kenaikan harga CPO ini terjadi di tengah tarik menarik antara potensi permintaan dan tekanan ekspor. Kondisi tersebut membuat arah pergerakan harga masih cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.

Harga CPO Naik Tipis Dua Hari Berturut-turut

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik pada perdagangan kemarin. Harga komoditas ini pun genap naik dua hari beruntun, meski relatif terbatas.

Pada Kamis, 16 April 2026, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman tiga bulan mendatang ditutup di MYR 4.476/ton. Harga tersebut menguat tipis 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan demikian, harga CPO sudah naik dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga bertambah 0,22%.

Kenaikan ini menunjukkan adanya upaya pemulihan harga meskipun belum signifikan. Pelaku pasar masih mencermati berbagai faktor yang memengaruhi permintaan dan pasokan.

Tekanan Permintaan Pasca Lebaran Tahan Kenaikan

Harga CPO belum bisa naik lebih signifikan karena ekspektasi penurunan permintaan selepas Idul Fitri. Momentum musiman ini seringkali memengaruhi konsumsi komoditas secara global.

Sejumlah perusahaan kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-15 April ambruk lebih dari 34% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ekspor ini menjadi salah satu faktor penekan harga.

Kondisi ini mencerminkan adanya pelemahan permintaan dalam jangka pendek. Hal tersebut membuat kenaikan harga CPO menjadi terbatas.

Meski demikian, harga tidak mengalami penurunan yang terlalu dalam. Hal ini menunjukkan adanya faktor penahan dari sisi lain.

Permintaan India dan Penurunan Stok Jadi Penopang

Namun kejatuhan lebih dalam bisa dihindari karena ada perkiraan peningkatan permintaan di India. Negara tersebut merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia.

Permintaan di India pada April diperkirakan melesat, setelah anjlok 19% pada Maret. Peningkatan ini memberikan sentimen positif bagi pasar CPO.

Selain itu, stok CPO Malaysia yang turun juga menjadi faktor penopang harga. Penurunan stok biasanya memberikan dorongan terhadap harga komoditas.

Pada Maret, stok CPO Negeri Harimau Malaya mencapai yang terendah dalam tujuh bulan terakhir. Kondisi ini memperkuat potensi kenaikan harga meskipun terbatas.

Analisis Teknikal: Peluang Naik Masih Terbuka

Lalu bagaimana perkiraan harga CPO untuk hari ini, Jumat, 17 April 2026. Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari beruntun.

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih tersangkut di zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI CPO belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 7. Posisi ini jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual atau oversold.

Kondisi oversold biasanya membuka peluang terjadinya rebound harga. Hal ini memberikan harapan bagi pelaku pasar dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO berpeluang naik lagi. Target resisten terdekat adalah MYR 4.561/ton.

Jika tertembus, maka MYR 4.569 hingga MYR 4.585 per ton bisa menjadi target berikutnya. Target ini menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di MYR 4.635/ton. Angka ini menjadi level penting jika tren penguatan berlanjut.

Namun kalau harga CPO malah turun, maka MYR 4.453/ton rasanya akan menjadi support terdekat. Level ini menjadi batas penting untuk menahan penurunan lebih lanjut.

Dari sini, harga CPO berisiko menguji kisaran MYR 4.451 hingga MYR 4.444/ton. Pergerakan ini akan sangat bergantung pada sentimen pasar global.

Dengan berbagai faktor tersebut, harga CPO saat ini berada dalam fase penentuan arah. Pelaku pasar perlu mencermati kombinasi faktor fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot