Selasa, 12 Mei 2026

Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat ke Rentang Rp17.300—Rp17.340

Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat ke Rentang Rp17.300—Rp17.340
Ilustrasi Kurs Rupiah (Sumber Gambar: net)

JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan mengalami penguatan pada sesi perdagangan hari ini, Jumat (8/5/2026). 

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis (7/5), mata uang garuda ini tercatat naik 0,30% ke posisi Rp17.320 per dolar AS, dengan rentang harian di level Rp17.372 hingga Rp17.292.

Tren positif ini juga diikuti oleh mata uang Asia lainnya. Yuan China terapresiasi 0,17%, dolar Hong Kong naik 0,05%, yen Jepang menguat 0,10%, dolar Singapura tumbuh 0,17%, baht Thailand meningkat 0,28%, dan dolar Taiwan terkerek 0,19%. Namun, won Korea mencatatkan pelemahan sebesar 0,21%.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa melandainya indeks dolar saat ini dipicu oleh sikap optimistis pasar mengenai potensi berakhirnya konflik antara Iran dan AS. 

Ibrahim mencermati pernyataan Iran yang tengah mengkaji usulan perdamaian dari AS guna mengakhiri ketegangan secara resmi.

Menurut analisis Ibrahim, fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data Klaim Pengangguran Awal serta pernyataan pejabat The Fed.

 Selain itu, pasar menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode April yang dirilis Jumat (8/5) sebagai indikator arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Dari sisi domestik, peluang koreksi harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai semakin lebar akibat tekanan fiskal yang dipicu tingginya harga energi dunia. Ketidakpastian geopolitik menjadi penyebab harga energi bertahan di level tinggi dalam durasi yang cukup lama.

”Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Walaupun demikian, pemerintah dinilai masih punya celah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi, meski langkah tersebut merupakan opsi terakhir karena berisiko terhadap daya beli masyarakat.

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak variatif namun tetap berpotensi ditutup menguat di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot