Selasa, 12 Mei 2026

BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Tinggi 95,82 Persen

BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Tinggi 95,82 Persen
Manajemen PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) saat pencatatan umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), (Foto: net).

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merilis pengumuman terkait satu emiten yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan terkonsentrasi tinggi. 

Kondisi HSC ini menggambarkan situasi di mana mayoritas saham sebuah perusahaan dikuasai oleh sekelompok kecil pihak, kelompok, atau afiliasi tertentu.

Dalam kesempatan ini, BEI menetapkan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebagai saham dengan status HSC. Tercatat, tingkat kepemilikan terkonsentrasi pada emiten ini menyentuh angka 95,82% dari keseluruhan saham WBSA, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Keputusan tersebut diambil berdasarkan metodologi penghitungan saham HSC yang mengacu pada status kepemilikan per tanggal 7 Mei 2026. Meski demikian, pihak bursa menegaskan bahwa pengumuman ini bukan berarti WBSA telah melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku di sektor Pasar Modal.

"Saham perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,82% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat WBSA. Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S. Manullang, dalam pengumumannya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Baru Sebulan Melantai di Bursa

Menilik data historis, WBSA merupakan perusahaan pertama yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2026. Proses melantai atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan ini dilaksanakan pada hari Jumat (10/4/2026).

Emiten yang bergerak di bidang layanan angkutan multimoda tersebut melepas sebanyak 1.800.000.000 lembar saham baru, yang setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saat itu, harga penawaran perdana ditetapkan senilai Rp 168 per lembar saham.

Pada debut perdananya di pasar modal, harga saham WBSA melonjak hingga mengenai batas Auto Reject Atas (ARA) sebesar 34,52% ke posisi Rp 226 per saham. 

Melalui langkah IPO ini, WBSA berhasil menghimpun dana segar mencapai Rp 302,4 miliar. Dalam aksi korporasi tersebut, PT OCBS Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Lonjakan Harga Mencapai 700%

Berdasarkan data dari RTI Business, pergerakan saham WBSA menunjukkan kinerja yang sangat luar biasa. Sejak mulai diperdagangkan pada 10 April bulan lalu, saham perseroan tercatat sudah melesat hingga 676,79%.

Dampaknya, saham WBSA kemudian dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme Full Call Auction (FCA). 

Hal ini terjadi karena adanya suspensi atau penghentian sementara perdagangan yang berlangsung lebih dari satu hari bursa. BEI sendiri melakukan suspensi terhadap WBSA pada 24 April 2026 akibat adanya kenaikan harga kumulatif yang sangat signifikan.

Selama berada di papan pemantauan khusus FCA, saham WBSA tercatat mengalami penurunan sebesar 19,66%. Saat ini, WBSA ditransaksikan pada level Rp 1.305 per saham, jauh meningkat dari harga Rp 226 pada saat awal April 2026 lalu.

WBSA juga membukukan net foreign buy atau aksi beli bersih oleh investor mancanegara senilai Rp 16,26 miliar sejak awal perdagangan bulan lalu. Namun, pada sesi perdagangan Jumat (8/5/2026), perseroan mencatatkan net foreign sell atau aksi jual bersih sebesar Rp 87,90 juta.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot