IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual, Cek Area Kritis dan 4 Saham Pilihan
- Minggu, 10 Mei 2026
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 diperkirakan masih dibayangi volatilitas tinggi setelah penutupan akhir pekan lalu berakhir cukup brutal. IHSG ditutup ambles 204,93 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40 pada Jumat, 8 Mei 2026. Ini merupakan koreksi harian terdalam dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan jual muncul hampir di sepanjang sesi perdagangan. Setelah dibuka di level 7.182,96 dan sempat menyentuh high 7.186,83, IHSG perlahan kehilangan tenaga hingga ditutup tepat di area low harian 6.969,40.
Aktivitas transaksi pasar juga menunjukkan tekanan distribusi yang cukup besar. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp36,10 triliun dengan volume perdagangan sebesar 563,49 juta lot dan frekuensi transaksi menembus 2,83 juta kali.
Baca JugaFundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor
Di pasar reguler, foreign buy tercatat sekitar Rp5,3 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp5,7 triliun. Kondisi tersebut membuat tekanan asing masih cukup dominan menjelang awal pekan.
Aksi jual juga terjadi hampir merata di seluruh sektor. Basic industry menjadi sektor dengan koreksi terdalam setelah jatuh 7,80 persen, disusul transportasi yang turun 5,72 persen serta sektor energi dan industrial yang masing-masing melemah 4,59 persen.
Meski penutupan akhir pekan terlihat berat, secara mingguan IHSG sebenarnya masih mampu mencatat penguatan tipis 0,18 persen. Bursa Efek Indonesia juga mencatat rata-rata nilai transaksi harian naik 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun, sementara volume transaksi harian melonjak 23,57 persen menjadi 45,86 miliar saham.
Lonjakan aktivitas tersebut menandakan pasar mulai memasuki fase pergerakan cepat. Dalam kondisi seperti ini, area teknikal menjadi jauh lebih sensitif untuk menentukan arah perdagangan berikutnya.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal wave B dari wave (2) pada label merah.
Untuk perdagangan Senin, pasar akan sangat memperhatikan area support 6.921 dan 6.838. Jika tekanan jual kembali membesar dan support tersebut gagal dipertahankan, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju area 6.645–6.838 sebagai skenario terburuk jangka pendek.
Namun jika IHSG mampu bertahan di atas support dan mulai muncul rebound intraday, indeks berpeluang kembali menguji resistance di area 7.207 hingga 7.323. Area tersebut menjadi titik penting untuk melihat apakah pasar mulai membentuk technical rebound atau justru masih berada dalam fase distribusi.
Di tengah kondisi pasar yang mulai fluktuatif, beberapa saham mulai masuk radar buy on weakness. AADI menjadi salah satu yang menarik dicermati setelah turun 3,33 persen ke level 9.425 dengan area akumulasi di 9.275–9.425 dan target price 10.225–10.825.
INCO juga mulai mendekati area teknikal menarik setelah terkoreksi tajam 13,89 persen ke level 5.425. Zona buy on weakness berada di area 5.125–5.350 dengan target rebound menuju 5.925 hingga 6.175.
Sementara itu, MAPA menjadi salah satu saham yang masih mampu melawan tekanan pasar. Saham ini naik 5,60 persen ke level 660 disertai dominasi volume pembelian dan foreign buy Rp43,1 miliar.
Area buy on weakness berada di 625–645 dengan target 695 hingga 725. BULL juga mulai mendekati area akumulasi setelah terkoreksi 4,84 persen ke level 472. Saham ini direkomendasikan buy on weakness di area 438–464 dengan target kenaikan menuju 505 hingga 545.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











