Harga Batu Bara Berpeluang Naik ke US dolar 134 per Ton Pekan Ini
- Senin, 11 Mei 2026
JAKARTA – Harga komoditas batu bara mengalami penurunan pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin. Dalam kurun waktu sepekan, pergerakan harga si batu hitam ini juga terpantau kurang bergairah.
Pada Jumat (8/5/2026), harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan berakhir di level US$ 131,75/ton.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,34 persen dibandingkan hari sebelumnya sekaligus menjadi level paling rendah sejak 28 April atau dalam periode sepekan terakhir. Secara keseluruhan, harga batu bara mencatatkan koreksi sebesar 1,61 persen sepanjang transaksi minggu lalu.
Baca JugaIndustri Otomotif Global Pulih Harga Karet Sumsel Tembus Rp 38 Ribu
Penurunan harga batu bara ini dipicu oleh proses transisi energi akibat konflik di Timur Tengah yang ternyata tidak berjalan seagresif perkiraan awal, khususnya di wilayah Asia.
Sebelumnya muncul asumsi bahwa blokade akses Selat Hormuz akibat perang akan menjadikan batu bara sebagai pilihan utama akibat terganggunya distribusi gas alam cair (LNG).
Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda. Volume impor batu bara Jepang pada bulan April tercatat hanya 7,89 juta ton, atau merosot tajam 13,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Di saat yang sama, impor batu bara Korea Selatan pada bulan lalu mencapai 5,7 juta ton, menyusut 1,89 persen dibandingkan posisi bulan Maret.
Analisis Teknikal
Lantas, bagaimana prediksi pergerakan harga batu bara untuk minggu ini? Apakah tren penurunan akan berlanjut atau justru mampu berbalik menguat?
Dilihat secara teknikal dalam perspektif mingguan (weekly time frame), posisi batu bara sebenarnya masih cukup aman berada di zona bullish.
Hal ini dibuktikan dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang bertengger di angka 66. Perlu diketahui bahwa RSI di atas 50 menandakan suatu aset berada dalam posisi bullish.
Selanjutnya, indikator Stochastic RSI 14 hari menunjukkan angka sembilan. Posisi yang berada jauh di bawah angka 20 ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk transaksi pada minggu ini, harga batu bara memiliki peluang untuk mengalami kenaikan. Target resisten terdekat diproyeksikan berada pada rentang US$ 133-134/ton.
Apabila level tersebut berhasil dilewati, maka rentang US$ 135-137/ton dapat menjadi sasaran selanjutnya. Adapun target yang paling optimistis atau resisten terjauh dipatok pada angka US$ 140/ton.
Namun, jika harga batu bara justru kembali melemah, maka level US$ 132/ton diperkirakan akan menjadi titik poros (pivot point).
Jika menembus titik tersebut, ada potensi harga akan menguji level support di kisaran US$ 131-130/ton. Target yang paling pesimistis atau support terjauh berada di level US$ 128/ton.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











