Selasa, 12 Mei 2026

Pergerakan IHSG Senin, 11 Mei 2026 dan Rekomendasi Saham Unggulan

Pergerakan IHSG Senin, 11 Mei 2026 dan Rekomendasi Saham Unggulan
IHSG Sepekan Kemarin Hingga Jumat (8/5/2026) (Foto: Bloomberg)

JAKARTA – Sejumlah analis memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Senin (11/5/2026), memiliki risiko untuk melemah dan memberikan rekomendasi sejumlah saham unggulan untuk diperdagangkan. 

Sepanjang periode pekan ini, yakni 4-8 Mei 2026, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,18 persen menuju level 6.969,39. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa juga dilaporkan meningkat menjadi Rp23,06 triliun.

Kautsar Primadi Nurahmad selaku Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa IHSG selama sepekan ditutup mengalami penguatan 0,18 persen ke posisi 6.969,39 dari posisi 6.956,80 pada pekan sebelumnya. 

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Kapitalisasi pasar Bursa pun mencatatkan peningkatan sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari nilai Rp12.382 triliun pada pekan lalu. Adapun rata-rata volume transaksi harian Bursa terpantau melonjak 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar dari 37,11 miliar lembar. Selain itu, penguatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa.

"Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026), masih rentan untuk terkoreksi walaupun telah mengalami penguatan dalam satu pekan terakhir. Untuk perdagangan di awal pekan ini, saham AADI dan BULL menjadi pilihan utama rekomendasi sekuritas.

Secara teknikal, posisi IHSG diprediksi masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam, atau merupakan bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah.

“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645—6.838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.207—7.418,” tulis MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis memproyeksikan level support IHSG berada pada area 6.921 dan 6.838, sementara level resistance berada di 7.207 dan 7.332. MNC Sekuritas menyarankan agar para investor mempertimbangkan opsi buy on weakness untuk beberapa saham berikut:

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)

2. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL)

3. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)

4. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA)

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot